Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangkit kembali menghiasi semangat tuk berjuang menapak.
sungguh, keindahan adalah disaat kita bisa mengalahkan diri sendiri,keindahan adalah disaat ego kita bermain lalu dengan tiba-tiba sosok yang kita cintai serasa hadir menopang hati dan jiwa kita tuk terus berusaha keatas dengan penuh suka duka.
ketika sampai diatas puncak Arcapada, secangkir kopi dan senda gurau sahabat adalah obat yang paling mujarab akan rasa letih yang kita pikul ketika melangkah keatas tadi. diantara bintang-bintang ada satu bulan yang terangi tenda kami yang tengah duduk disisi api unggun penghangat yang menyala.
sangat merindukan saat-saat itu, apa lagi ketika angin dingin menyapu otak dan hati yang mendidih saat tadi ditebing gunung.
semoga dipertemukan kembali diatas Gunung bersama-sama teman yang mencinta dan kucintai.

Comments
Post a Comment