*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut.
kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke.
Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?"
Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!"
Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg*
, gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis!
Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!"
Aphet Trujillo: "(sambil nyengir nyeletuk pelan)dasar gile lo berdua!"
Aco Macho dan Keke langsung berlari kearah bis yang baru parkir tadi, mereka berdua tampak celingukan melirik kearah dalam bis, tiba-tibas saja datang seorang kenek bis berkata...
Kenek Bis: " nyari, gitar yehc, mas?"
Keke dan Aco Macho mengalihkan pandang kearah kenek bis tersebut sambil menganggukkan kepala bersamaan berkata...
Keke dan Aco Macho: " iya, bang...!"
lalu kenek tersebut membuka pintu bis lalu masuk kedalam bis, tak lama kemudian kenek bis itupun keluar sambil menenteng sebuah gitar dan langsung diberikan kepada Aco Macho...
Kenek bis," untung belum jauh si mas-mas ini dari terminal!"
Aco Macho: " iye bang,(nyengir) makasih yehc bang, sorry ngerepotin!"
Kenek bis: " (sambil senyum) gak apa-apa, mas, santai aja!
Aco Macho: " yuk bang, kami pamit pergi dulu!"
Kenek bis hanya senyum sambil menganggukkan kepalanya dengan tangan melambai dan langsung berjalan kembali kearah tadi dia datang, Aco Macho dan Keke pun berlalu dari tempat tersebut.
Aphet Trujillo, Darwin dan Erick Maulana tampak duduk dipinggir bangunan kecil depan terminal menunggu Aco Macho dan Keke ditempat tersebut...
Aphet Trujillo: " lama amat ya, si mony*t berdua!"
tak lama kemudian terlihat Aco Macho dan Keke berjalan cepat didalam Terminal Garut.
Darwin: " (sambil nyengir)Tuh mereka, bro!"
Erick Maulana: " (teriak) Cooo, Keee!"
Aco Macho dan Keke menoleh kearah teriakan Erick Maulana, lalu menghampiri mereka. Ketika sampai....
Aco Macho: "gimana, Rick, Pet, Win... udeh dapet belum carteran mobilnye?"
Aphet Trujillo: "(dengan gaya muke senga kocaknye) kite nunggu eluh lah, nyet!"
Aco Macho: " Bujug, (sambil nyengir) ya udeh, (menengok kearah angkot yang baru dateng didepan pinggir jalan terminal) nah, Tuh angkotnye, (memandang kami berlima) yuk, ahk, kite berangkat!"
lalu kami berlima langsung mengangkat tas cariel masing masing menuju angkot tersebut. Setiba diangkot, Aco mulai negosiasi dengan supir angkot...
Aco Macho: " A, kalau ke desa Cisurupan seberaha?"
Supir angkot,"(dengan wajah kuyu mengantuk) harga carteran aje yehc bang,.. mau gak?"
Aco Macho: " (nyengir)iyeh, seberaha?.. Mmm, kalo langsung ke Camp david berape bang?"
Supir angkot: "kalo ke Camp david saya gak mau bang, sampai Cisurupan aje ya!"
Aco Macho: " ya udah berapaan?"
Supir Angkot: "(sambil megang janggut)Mmm, 15 ribu ya?"
Aco Macho: " bujug, mahal banget, A... 9ribulah?"
Supir Angkot: "(sambil melengos) ya udah, 12ribu kalau mau, kalau kagak mau cari angkot lain saja!"
Aco Macho menengok kearah teman-temannya, dan kami berempatpun menganggukkan kepala tanda setuju...
Aco Macho: " ya udeh, A... jadi!
lalu kami berlimapun naik kedalam angkot menuju desa Cisurupan.
#EXT.DIGELAP PAGI DINIHARI JAM 04:00 DESA CISURUPAN 1997
Kami berlima turun dari mobil angkot, dingin sekali didesa Cisurupan kaki Gunung Papandayan hingga kami enggan melepas raincoat dari tubuh kami. DiDesa Cisurupan tersebut belum ada mobil lost bak (pick up) yang parkir, akhirnya setelah tas cariel berada dipunggung kami lalu kami berlima melanjutkan langkah menelusuri desa Cisurupan, kami berlima memutuskan untuk istirahat disebuah tempat yang tampak seperti sekolahan, lalu kami senderkan tas cariel kami masing-masing dipinggir tembok, Aco tampak celingukan, tampangnya tampak kebingungan...
Darwin :" kenape luh Co, (nyengir) muke lo kayak kebingungan gitu?"
Aco Macho :"iye nih, kayaknye ini bukan sekolahan dehc!
tak lama berselang kami dikagetkan oleh suara Adzan shubuh yang terdengar dari Toa speaker tepat diatas kepala kami...
"AllahuAkbar, AllahuAkbar...!"
Erick Maulana :" Astaghfirullah, AllahuAkbar!(menatap Toa mesjid lalu tertawa kecil, waduh broo... ini pesantren ya?..."
Aphet Trujillo:" (nyengir) iye, kayaknye nih Rick!"
Aco dan Keke serta APhet tampak memanggul carielnya lagi, di ikuti Darwin...
Erick Maulana:" (nyengir) mau pada kemana kalian?"
Aco Macho:" (sambil membalikkan badan dan jalan keatas) pindah keatas Rick.
Erick Maulana:" bujug, kenapa pada kabur gini!"
lalu Erick mengikuti langkah mereka pergi dari tempat itu. sambil berjalan ACo tampak menggerutu sambil nyengir kepada teman-temannya...
Aco Macho:" bujug, kayak setan aje kite, denger Adzan langsung kabur!"
Aphet Trujillo:" hehehe, (memandang Aco) bukannye ente doang yang kayak setan Co?"
lalu kami berlimapun tertawa..." hahahaha...!"maklum, waktu itu kami memang lagi bandel-bandelnya, hingga yahc, kalian faham lah
📷
setelah diatas, kami menemukan sebuah Saung ronda yang kosong, kamipun memutuskan untuk beristirahat disaung itu. kami berlimapun tidur pulas disaung tersebut.
#EXT.PAGI JAM 07:00 DESA CISURUPAN
aku ( Erick Maulana) mulai membuka mata sedikit demi sedikit karena mencium harum aroma singkong rebus hangat dan daun teh yang baru diseduh, aku sangat kaget ketika didepan kami sudah ada hidangan singkong rebus dan teko air teh manis panas beserta gelas-gelasnya, aku langsung membangunkan teman-temanku...
Erick Maulana:" (sambil mencolek punggung mereka) Co, Phet bangun, (menepuk punggung Keke dan Darwin) Broo, bangun!"
lalu mereka berempat pun terbangun...
Erick Maulana:" tuh lihat, (sambil menunjukkan telunjuk kearah makanan dan teko) dari mana ya asal makanan itu (celingukan)?"
tiba-tiba seorang Ibu yang hingga sekarang masih kami panggil emak' kalau kesana tersenyum sambil berkata...
Emak:" silahkan dimakan, nak, itu punya Emak, itu rumah Emak (sambil menunjuk kesebuah rumah didekat pinggir jalan raya)!"
Erick Maulana:" oh iya, Mak, Sumuhun (sambil tersenyum)!"
tanpa basa-basi kami berlima langsung menyantap singkong rebus tersebut dan menikmati teh manis hangat yang pas sekali dengan suasana di Desa Cisurupan pagi itu. setelah selesai menyantap sarapan singkong rebus dan teh manis, kami langsung membawa piring dan teko tersebut sambil mampir kerumah Emak yang tinggal di Desa Cisurupan tersebut.
#INT.PAGI.(RUMAH EMAK) DESA CISURUPAN
Kami duduk disofa sederhana milik Emak Desa Cisurupan, Emak tampak sibuk melayani pembeli diwarung miliknya.
Aco Macho:" Emak, (memandang Emak) terima-kasih sarapannya yahc, mak?"
#Emak:" (tersenyum ramah) sami-sami, Nak...(setelah selesai melayani pembeli emak langsung menghampiri kami dan duduk disofa sederhana tersebut) enjing,(sambil menatap kami berlima) lamun nyimpang deui ka Gunung Papandayan teras maraneh kapeutingan,maraneh nyimpang kadieu wae,antos Emak bukain panto! "
(tersenyum ramah) sami-sami, Nak... (setelah selesai melayani pembeli emak langsung menghampiri kami dan duduk disofa sederhana tersebut) enjing, (sambil menatap kami berlima) kalau mampir lagi ke Gunung Papandayan terus kalian kemalaman, kalian mampir kesini saja, nanti Emak bukain pintu!"
kami bengong si Emak bicara pakai bahasa sunda, tapi untungnya si Aco Macho ngerti dikit sedikit bahasa sunda...
Aco Macho:" iya Mak, (nyengir) terima-kasih banyak!"
#Emak:" kalo mau minum kopi atau teh manis lagi, ambil saja didapur, anggap saja rumah sendiri (
📷
) ...!"
kami merasa terharu dengan kata-kata Emak yang baik hati tersebut, 1001 yang kayak Emak, karena baru kenal langsung percaya kepada kami...
Aphet Trujillo:" (
📷
) terima-kasih banyak, Mak, kami mau langsung ke camp david saja, ngejar waktu soalnya!"
#Emak:" (seolah berfikir) Ooo, ya udah, tapi ngomong-ngomong mobil pick up lostbaknya sudah ada?"
Aco Macho:" nanti kami cari diluar saja, Emak!"
#Emak:"teu nanaon,nak... dipinggir jalan tadi aya tatangga emak anu oge supir mobil pick up,lamun Aden hoyong,antos Emak anu bilangin
translate:
gak apa apa, nak... dipinggir jalan tadi ada tetangga emak yang juga supir mobil pick up, kalau Aden mau, nanti Emak yang bilangin (
📷
) !"
Aco Macho:" (berbisik ke teman-temannya) gimana, bro?... gak apa ya, kita naik mobil pick up tetangga si Emak!"
Keke:" iye Co, gak apa-apa, gak enak kita kalau nolak si Emak!"
kami berlima pun sepakat untuk naik mobil pick up tetangga si Emak.
Aco Macho:" oke, Mak... kami setuju!"
lalu kami langsung ke atas Desa Cisurupan dan langsung menaruh cariel dipinggir sisi bak terbuka tersebut, dan kamipun pergi dari tempat si Emak menuju Camp David Gunung Papandayan.
Ext.Pos Camp David Siang
akhirnya mobil lost bak yang membawa kami sampai juga dipintu gerbang kaki Gunung Papandayan, ketika mobil berhenti kamipun turun dan membawa tas caril masing-masing menuju Pos Administrasi di Camp David. Aco Macho tampak menuju pos dan berbicara kepada penjaga pos...
Aco Macho :" berapa bang harga tiketnya?"
Penjaga Pos :" 1500 rupiah, bang!"
Aco Macho :" (sambil mengeluarkan uang kolekan kami dari sakunya) berlima yehc, bang!"
Penjaga Pos mengambil uang tersebut dan merobek 5 tiket tuk diberikan kepada Aco Macho, lalu Aco Macho menghampiri teman-temannya...
Aphet Trujillo :" berapan Co, tiketnya?"
Aco Macho :" 1500 perak!...( memandang jalur gunung) yuk ahk, kite nge-Camp ditempat biasa aja dulu malam ini!"
Erick Maulana :" dikawah deket warung, Co?"
Aco Macho :" (menganggukkan kepala) iyeh... yuk, ahk... tar disono kalau udeh buka tenda mau ngapain terserah dehc!"
mereka berlima langsung melangkahkan kaki dijalan setapak Gunung Papandayan yang terdiri atas pasir dan batu gersang, maklum jalurnya kawah
📷
.
EXT. JALAN SETAPAK GUNUNG PAPANDAYAN. SIANG
setengah perjalanan menuju kawah, kami masih tetap santay, cuaca siang itu sangat panas, ditambah bau kentut (maaf) khas kawah digunung gunung, kadang kami berlima bersenda gurau, walau kadang konyol tapi kami sudah sering jalan bareng, jadi tahu akan karakter masing-masing.
Aco Macho : "Phet-phet, (sambil tertawa menunjuk kejalur kawah) hehehe, si Cokin sama Becke pernah salah jalur nginjek-nginjek kawah disitu tuh!"
Aphet Trujillo : " hahaha, dasar orang gila!"
Darwin, dan Keke pun ikut tertawa, sedangkan Erick Maulana hanya diam sambil nyengir-nyengir melihat kelakuan mereka yang sedikit nyolotin (bikin kesal), tak lama berselang Aco Macho memandang sebuah warung rumah Gubug ditengah Kawah, lalu berkata sambil menunjuk kearah rumah gubug tersebut...
Aco Macho :" beuhh, hehehe, gak berasa, (melihat jam tangan) cumas satu jam kite nanjak, (memandang Rumah Gubug lagi) udeh sampe aje kite, bro!"
Darwin :" (tersenyum|) Alhamdulillah!"
lalu kami berlima langsung naik menuju ke rumah Gubug tersebut.
EXT/INT. RUMAH GUBUG PINGGIR KAWAH. SIANG
Kami akhirnya sampai diwarung rumah gubug emak (nama panggilan yang jaga warung). Emak tampak duduk didalam warung bersama anaknya yang sudah dewasa sebaya dengan kami.
kami berlima bersamaan berkata," Assallammu'alaikum?"
lalu si Emak menjawab...
Emak :"Wa'alaikumsallam...!"
kami duduk dipendopo bale bambu pinggir warung tersebut sambil melepaskan carril...
Aco Macho :" memandang teman-temannya) pada mau minum gak luh?"
Erick Maulana :" gw Kopi susu aje, Co!"
Aco Macho :" elo mau minum apaan, Ke?"
Keke :" teh manis hangat, Co!"
Darwin :" sama, gw juga, Co... teh manis hangat!"
Aphet Trujillo :" kalo gw kopi kapal api item aje, broo!"
Aco Macho langsung berdiri mendekati si Emak penjaga warung dan berkata...
Aco Macho :" Emak, teh manis 2, kopi susu 1, kopi item 1, kalau saya susu jahe aja!"
Erick Maulana :" beuhh, (seolah bertanya) emang ada, Co.. susu jahe?"
Aco Macho :" (berbalik memandang Erick) hehehe, adalah, cokin!"
Erick Maulana :" ya udeh, Co.. samain kayak elo aje!"
Aco Macho :" (berbalik memandang Emak) ya udeh mak, yang kopi susu cancel jadi kopi jahe aja 2 gelas, jadi seluruhnya lima gelas!"
sambil menunggu pesanan, kami berlima bernyanyi sambil gitaran yang dimainkan oleh Aco Macho. tak lama kemudian si Emak tampak membawa pesanan kami...
Emak :" nih, nak, (tersenyum sambil menaruh ditengah bale bambu) airnya!"
Aco :" waduh (bingung), kok 6 gelas, mak, (memandang Emak) kan tadi pesannye 5!"
Emak :" aduh, Maaf , nak, Emak kagak denger!"
Erick Maulana :" ya, udeh Mak... gak ape-ape, t(tersenyum) tar juga abis tuh air kalau di taruh ditengah kite!"
Emak :" (tersenyumn) maaf yahc, nak... Emak emang kurang dengar kupingnya akhir-akhir ini!"
Aco :" iya deh, mak... gak apa!"
Emak :" kalau begitu, Emak permisi kedalem ya!"
kami berlima menganggukkan kepala, ketika Emak sudah masuk kedalam, kami berlimapun langsung meminum psanan mereka masing-masing. tiba-tiba kabut tebal mulai menutupi sekitar kawah, sambil menikmati kopi dan teh manis tiba-tiba Aco Macho berdiri...
Aco :" win, (sambil berdiri menenteng tas tenda) ikut gw yuk!?"
Darwin menganggukkan kepala sambil berdiri, lalu keduanya berjalan menuju kearah lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda.
Anak si Emak yang dipanggil Ujang itu duduk nimbrung dibale bersamaErick Maulana, keke dan Aphet Trujillo.
Ujang :" (sambil memandang Kabut yang sudah menutupi sekitar Kawah) sudah seminggu ini cuaca seperti ini, apa lagi kalau malam, hujan anginnya lebat!
Aphet :" masa, bang?.. waduh!"
Ujang :" Iya, (dengan logat sunda) makanya diatas pondok salada agak sepi, gak terlalu banyak orang, kalau malam dinginnya hampir dibawah 0 derajat!"
Erick :" iya, kang... jam segini aje udeh berasa dinginnye!"
Keke hanya diam serius menyimak sambil sesekali meminum teh manis hangatnya. lalu tiba-tiba terdengar suara Aco Macho berteriak samar memanggil dari kabut yang menutupi...
Aco :" Rick, Phet, Ke... langsung bawa aje tas-tas kesini ya!"
Erick :" (berteriak kepada Aco Macho) si Emak udeh dibayar blum, Co?"
Aco :" Udah!"
lalu Erick Maulana, Aphet Trujillo, dan Keke langsung mengangkat tas berjalan menghampiri arah Aco Macho dan Darwin tadi untuk dimasukkan kedalam tenda.
EXT. jalur berkabut diatas Kawah Gunung Papandayan
Erick Maulana, Aphet Trujillo, dan keke berjalan sambil berbicara...
Aphet :" bujug ini kabut!"
Erick :" iyeh broo, kabutnya tebel juga!
tak lama samar tenda terlihat, tampak Darwin sedang menggoreng diatas kompor kecil parapin...
Erick :" wuihh, Darwin... (sambil menghampiri) masak apaan tuh Bro (dengan wajah kaget)?"
Darwin :" (tetap fokus pada masakan) tempe, Rick!"
Erick :" bujug, dah, angus tuh tempe broo!"
Darwin :" (nyengir) tau nih... rese, udeh angin gede, bakar parapinnya jadi kudu digedein biar bisa masak!"
Erick :" Ooo...!"
tiba-tiba saja Aphet mengambil salah satu tempe dipiring tempe tersebut dan langsung memakannya.
Aphet :" fuih (membuang air liur karena rasa pahit gosong) anjrit, pahit banget nih tempe... panas lagi!"
Darwin :" ahk rese banget nihc si Aphet , tinggal ngelebok doang aje pake koment-koment luh!"
Aco :" jangan lupa masak Indomie broo!"
Darwin :" iye, Bouss!"
Aco :" beuhh, gw dipanggil bouss, hehehehe!"
lalu kami berlima tertawa dan bercanda hingga makanan telah jadi, kamipun makan. Selesai makan, Aco tampak berdiri...
Aco Macho :" Rick, kamera luh mane bro?"
Erick :" (sambil membuka tas) nih, (memberikan kamera pada Aco) Co!
Aco :" ( sambil nyengir memandang Keke) Ke Photoin Ke, depan tenda!"
Keke langsung berdiri dan mengambil kamera dari tangan Aco.
Aco :" (mengajak teman-temannya) ayo, Broo... pada berdiri napa!"
lalu Erick, darwin, dan Aphet pun berdiri merapat tuk di ambil pictnya oleh Keke. Keke sudah siap posisi menjepret kamera, namun tiba-tiba Aco berkata....
Aco :" Ke, Ke.. tunggu Ke... kurang lebar, kalau mau lebar mening eluh kebelakang dikit broo!"
Keke mundur kebelakang untuk mengambil gambar, suasana masih berkabut tebal lalu Aco berkata lagi...
Aco :" kurang mundur ke!"
Keke pun mundur satu langkah lagi, namun tiba-tiba...
Keke :" Arrghhkkkk!"
tubuhnya jatuh kebelakang Kawah, spontan kami juga ikut kaget...
Darwin :" Astaghfirullah...!"
lalu kami berempat langsung menghampiri lokasi Keke terjatuh, tapi.
Erick Maulana, Aco Macho, #Darwin, dan Aphet Trujillo langsung melihat ke arah bawah dimana #Keke terjatuh masih tertutup kabut tipis, lalu spontan mereka ber-empat tertawa bersamaan...
" Hahahahaha!"
mereka ber-empat tertawa karena ternyata yang disangka Jurang dekat kawah itu dalam ternyata tidak dalam dan melihat #Keke yang terjatuh kedalamnya dalam posisi ngangkang sambil masih memegang kamera didadanya...
#Keke :" (mengerang sakit tapi nyengir) aduhhh, sial lo pade (logat betawi), temen jatoh malah diketawain!
Aphet Trujillo langsung turun kebawah tuk membantu #Keke bangun...
Aphet Trujillo :" hehehe, (seolah bertanya) elo gak ape-apekan, Ke?"
#Keke :" iyeh, Pet... (melihat dan menunjuk pasir kawah) untung kagak dalem, hehehe!"
lalu kami ber-limapun tertawa ngakak, suasana jadi gak membosankan disitu
📷
...
#EXT_DEPAN_TENDA_MENJELANG SORE
#Darwin tampak sedang memasak didepan tenda, Erick Maulana menghampirinya, lalu Erick nyengir melihat tempe yang sedikit gosong...
Erick Maulana :" Bujug, itu tempe ape dodol, ampe item gitu, Win, perasaan masak tempe gosong terus luh Win :D ?"...
Darwin:"iye nih, Rick... disini panasnye gak ketara, (sambil nyolekin penggorengan) tuhkan, tangan gw aje jadi Ba'al (gak berasa maksudnya)!"...
lalu Erick ikut membantu masak nasi didepan tenda tersebut. sementara malam kian mendekat dan senja kian turun.
Aco Macho dan Erick Maulana keluar dari tenda menuju warung Emak, Malam itu memang sangat dingin, udah tujuh lapis pakaian dipakai Erick plus jaket kesayangannya yang berwarna kuning berlengan hijau bertuliskan didada kiri huruf 'E', ketika sampai diwarung lalu mereka berdua duduk dibangku bale...
Aco Macho :" Mak, kopi 1?"
Erick Maulana :" (nyeletuk) dua Mak, bukan 1!"
Tak lama kemudian si Aphet Trujillo datang dan berkata...
Aphet:" Tiga, Mak, bukan dua!"
Si Emak tampak nyengir kebingungan...
Emak :"Ieu salah sahiji atawa dua atawa tilu atawa opat, Jang? ... (nyengir) atawa genep?
Aco :" hehehe, si Emak bisa aje, tiga aje, Mak?"
Si Emak menganggukkan kepala dan langsung membuatkan kopi. anak si Emak yang kriting gondrong tampak membetulkan topi kupluknya sambil membuka pembicaraan...
Anak si Emak:"eta Sigana mah eta bakal hujan wengi ayeuna!... (translate:sepertinya malam ini hujan akan turun) Nte aya bintang, cuman kabut doangan, hehehe...!"
Aco :" hehehe, si akang mah kayak peramal aje!"
Anak si Emak :" itu Saha (sambil menunjuk kearah tenda kami yang samar tertutup kabut tebal)yang nenda dipinggir bibir kawah?"
Aco :" yang mana, Kang?"
Anak si Emak :" itu, yang tendanya warna orange!"
Aco :" (sambil nyengir setelah tau yang dimaksud anak si emak) hehehe, gak tau tuh tenda siape, Kang!"
Anak si Emak :" hehehe, iyeh mah tenda orang gila!"
Erick :" (berbisik sambil nyengir) eett dah... itumah tenda kite, Co!"
Aco :" Biarin aje rik, hehehe...!"
Aphet menyenter kearah luar karena mendengar suara rintik hujan diseng atas warung...
Aphet :" lahh... hujan, Cho!"
Aco :" (panik) iyeh, Pet... (memandang si anak tukang warung) waduh, bener nih omongan si akang, hehehe... (mengalihkan pandang kearah Emak) Emak, (menyerahkan uang) ini uangnya, saya mau buru-buru balik ke tenda!"
lalu mereka bertiga berlari-lari menembus kabut tebal pergi dari warung itu untuk kembali ke tenda.
Diluar hujanpun turun deras, disertai angin kencang, sedangkan kami yang didalam tenda sibuk menahan atap dan pinggir tenda agar tidak terbang terbawa angin...
Aphet Trujillo :" (sambil nyengir) elo sih, Co... pake masang tenda dipinggir kawah!"
Aco Macho :" (nyengir gilanya keluar) hehehe, mane gw tau, Phet!"
Darwin :" (menyambung) iye, Phet... kabutnye pan tebel banget, jadi gak kelihatan kalau kite bikin tenda dibibir kawah!"
Erick :" kampret, (tiba-tiba saja samar bau kentut nyanter didalam tenda) siape yang kentut nih? (celingukan kearah teman-temannya)"
Darwin :" (nyengir kuda) Anjritttt, bau bangke telor, hahahaha!"
Aphet :" (memandang Darwin)elo yang kentut yehc, Win?"
Darwin :" (muka sewot) enak aje lo, Phet!"
Aco :" (melirik ke arah Keke) Hemmm, gw tau yang kentut siape nih, (nyengir) hehehe!"
Keke :" (muka nahan buang air) sorry teman-teman, saya kebelet E'eq dari tadi pas hujan turun, saya nahan-nahan, eh, akhirnya lepas juga tuh gasnya!"
lalu Aphet, Aco0, Erick, dan Darwin pun mendesah kesal....
" Hadehhhh..!"
Erick :" Ke, Ke... aya-aya wae elo mah, hehehehe!"
Darwin :" (sambil nyengir) serius, anjrittt, baunye muter-muter doang didalem tenda!... (melihat resleting tenda) gw buka dikit ya (sambil refleks membuka)!
spontan Erick, Aphet, Aco berkata bersamaan...
" Jangan, Win!!!!"
namun sudah terlanjur dibuka, lalu air hujanpun masuk kedalam karena angin, hingga dalam tenda basah. lalu Aco buru-buru menutup kembali resleting yang dibuka tadi.
Aphet :" tuhkan basah, Win!.. meningan bau kentut dehc dari pada pakaian pada basah!"
hujanpun reda beserta anginnya...
Aco :" (nyengir) Alhamdulillah berhenti juga tuh hujan angin!"
Darwin, Keke, Aphet dan Erick pun berkata bersamaan...
"Alhamdulillah!"
Darwin :" (menyambung) walau pada lepek!"
Keke :" (nyengir masih nahan buang air) Alhamdulillah, gw mau buru-buru keluar bentar (sambil berdiri membuka resleting tenda)!"
Aphet :" mau kemane luh, Ke...?"
Keke :" Mau E'eq, Phet (sambil keluar tenda)!"
Aphet :" dasar orang gila, hehehehe!.. capek ahk, gw mau tidur (merebahkan badannya)!"
mereka berempat tampak lelah lalu tertidur lelap, hingga Keke balik ke tendapun mereka berempat kagak merasakan kedatangannya, lalu malampun semakin larut.
EXT.SIANG KAWAH GUNUNG PAPANDAYAN
Matahari pagi masih tak tampak tertutup kabut tebal di Kawah Gunung Papandayan Garut Indonesia pada tahun 1997 silam, Erick Maulana, Aphet Trujillo, Aco Macho, #Keke, dan #darwin tampak membereskan dan menyusun barang-barang kedalam carril masing-masing, Aco Machomemandang jam tangannya dan berkata...
Aco: " (seolah berfikir)udeh jam setengah 8 nih, yuk ahk kita nanjak!"
Erick: " (sambil memanggul Carril) bentar, Co... (memandang Darwin) si Darwin belum kelar!"
Darwin: " (sambil memanggul Carril) udah, coy, ( memandang teman-temannya) gw udah kelar!"
Aco: " yuk, ahk..!"
lalu mereka berlima melanjutkan perjalanan.
EXT.SIANG JALAN SETAPAK GUNUNG PAPANDAYAN
Baru 15 menit perjalanan, Aco Macho menghentikan langkahnya dan diikuti ke empat teman-temannya.
Erick: " (seolah berfikir) kenapa Co?"
Aco: " kabutnye masih tebel cokin (panggilan akrab si erick)!"
Erick:" (seolah berfikir) iye, terus?"
Aco: " (sambil menatap jalur setapak yang mirip tebing) kita lewat sini aje yuk?"
Darwin: " (memandang jalur dari bawah keatas tertutup kabut tebal) busyet, Co... kire-kire!"
Aphet: " (tertawa kecil) hehehe, (memandang jalur) beuhh, (memandang teman-temannya) ini kayaknye menantang nihc!"
Aco: " gimana, mau lewat jalur ini gak?"
Erick:" (nyengir) hehehe, ya udehlah, kita coba... kalau gak ketemu, yaaa... (memandang teman-temannya) kite turun lagi cuy!"
Aphet: " (sambil melangkahkan kaki kejalur tebing yang tertutup kabut tebal menanjak tersebut) yuk, ahk!"
disusul Aco dan Keke, sekarang tinggal si Darwin tampak agak ragu untuk melangkahkan kakinya, lalu Erick menyemangatinya...
Erick: " tenang, Win... gw temenin langkah elo sampai pondok salada!"
Darwin menganggukkan kepalanya sambil menarik dan melepaskan nafas panjang, lalu Erick pun mulai melangkah dijalan setapak tersebut disusul Darwin dari belakangnya.
EXT. JALUR TEBING SETAPAK GUNUNG PAPANDAYAN
Pandangan mata hanya satu meter karena tertutup kabut tebal, mereka sangat hati-hati memanjat, sesekali mata Erick kearah Darwin yang tampak masih ragu untuk melanjutkan perjalanan, dan memang jalan dibawah sudah tak terlihat lagi karena tertutup kabut tebal.
Erick: " gimana Win, kalau elo capek, kita istirahat aje dulu!... gw akan temenin elo sampai atas salada, itu janji gw, coy!"
Darwin: " (mengatur nafas) iya, Rick, istirahat bentar, ya!"
Erick: " (berteriak kearah teman-temannya yang didepan) Co, Ke, Phet, Darwin minta break bentar dulu!"
terdengar suara Aco sayup...
Aco: " oke, Rick!"
setelah 1 menit mengatur nafas Darwin pun sudah siap melangkahkan kakinya menapak kejalur tebing menanjak tersebut...
Darwin: " oke Rick, lanjut!"
Erick:" (menganggukkan kepala lalu berteriak kearah teman-temannya yang didepan) oke, Co... kita lanjut!"
Aco:" (suaranya sayup terdengar) Siap, Rick... hati-hati ada jalur kecil didepan gw yang cuman pas seukuran satu sepatu jalan setapaknya!"
mendengar itu Darwin tampak ragu, namun dia menyembunyikan keraguan tersebut berusaha tenang.
Erick menghentikan langkahnya ketika melihat jalan yang benar-benar seukuran sepatu tersebut, naluri dan akalnya mulai bermain untuk melewati jalur tersebut...
Erick: " (memandang Darwin) Win, elo lihatin langkah gw ya!"
Darwin menganggukkan kepalanya, Erick tampak mencolokkan jari-jemarinya ditebing rapuh tersebut sambil melangkahkan kaki satu persatu merayap.
Erick: " ikutin Win, jari-jari ditancapkan ketebing sambil kaki mengikuti pelan langkah satu persatu, (sambil memainkan mata ketangan dan kakinya sendiri) kayak gini, nih!"
lalu Darwin mulai mengikuti langkah Erick, tinggal satu langkah lagi sampai ujung jalur, dan didepan tampak Aco, Keke, dan Aphet menunggu, namun Darwin terlihat ragu berhenti ditengah jalur...
Darwin: " Rick, tungguin gw ya, gw takut, belum kawin soalnya!"
Erick: " (nyengir) hehehe, slow, Win, pasti gw tungguin elo coy, elo pasti bisa!"
Darwin mulai melanjutkan langkahnya, dan Erick pun sudah sampai diujung jalan sambil tangannya menyambut tangan Darwin yang hampir sampai juga.
Erick: " (menjulurkan tangan) pegang tangan gw sobat!"
Darwin menganggukkan kepalanya sambil menyambut tangan Erick dan satu step lagi....
Darwin:" (senyum lalu tertawa senang) Alhamdulillah, hehehe, kampret, gw sporing banget lewat tuh jalur coy!"
Erick: " hehehe, slow, Win, pasti gw temenin elo sampe salada!"
Darwin: " (nyengir sambil bernafas lega) thanks, Rick, (memandang ACo, Keke, dan Aphet) thanks teman-teman udeh sabar nungguin gw!"
Erick, Aco, APhet, dan keke menganggukkan kepalanya sambil senyum kepada Darwin.
Aco: " (sambil membalikkan badan) yuk ahk, (melangkah) kayaknya gw udeh denger suara orang diatas kite!"
memang sudah terdengar sayup suara orang-orang yang mengobrol diatas jalur ini.
Erick: " iye, yehc.. yuk lanjut sob!"
Aphet, Keke, dan Darwin melangkahkan kakinya lagi menuju atas Pondok Salada, Erick terlihat berjalan santai dibelakang mereka.
EXT.PONDOK SALADA GUNUNG PAPANDAYAN
setelah 1 jam berlalu perjalanan, kami sampai juga dipondok salada dimana orang-orang pada bingung melihat kami keluar dari jalur yang tidak sesuai dengan peta jalur resmi Gunung PApandayan. lalu salah seorang Pecinta Alam yang disitu bertanya kepada kami...
Pecinta Alam: " maaf bang, emangnye disitu ada jalur yach?"
Aco: " (nyengir) gak tau juga gw bang, hehehe, kita mah lewat aje tuh jalur, abisnye ketutup kabut semua!"
Pecinta Alam: " (menanggukkan kepala kebingungan)Ooowwhhh...!"
mereka berlima hanya nyengir kayak gak punya dosa, dan mulai bisa bernafas lega, karena memang jalur itu kagak ada dipeta jalur resmi pendakian gunung papandayan. lalu mereka berlima menikmati indahnya alam padang Eddelwis di pondok salada. sangat indah, namun sayang waktu itu masih banyak ranjau kotor manusia yang malas dijalur itu. setelah dua jam disana, mereka berlimapun turun kembali kebawah camp david.
EXT.SORE CAMP DAVID POS KAKI GUNUNG PAPANDAYAN
Darwin tampak berdiri didepan warung memandang kearah Gunung Papandayan sambil tersenyum sesekali menarik dan melepaskan nafas lega...
Darwin: " Alhamdulillah, sampai sini lagi, (memandang Erick) thank you Rick, elo udeh nungguin gw dijalur horor itu!"
Erick:" (berdiri menghampiri Darwin) itulah gunanya teman, Win... (tersenyum sambil menatap Gunung PApandayan) gak akan meninggalkan teman yang sedang kesulitan!"
Aco, Keke, dan Aphet tampak berdiri diujung gerbang pos sambil negosiasi ke supir mobil bak terbuka untuk membawanya turun keterminal dan akhirnya merekapun pulang ke Jakarta.
E.N.D

Comments
Post a Comment