Skip to main content

(opini kopi setelah Maghrib)






Terdapat berbagai kemungkinan-kemungkinan dalam perjalanan hidup kita, kemungkinan untuk melakukan sesuatu dan mendapatkan sesuatu,hingga terjadilah sesuatu.


Ketika memperhatikan bentuk hati, maka kita akan melihat fungsi hati manusia, dari produksi empedu hingga pembuangan racun-racun dalam tubuh manusia. sama seperti halnya kehidupan, ambil seluruh ilmunya terus dilemparkan kedalam jaring pilihan, yang baik diambil serta yang buruk dibuang. 

Perasaan hati kita pernah terluka oleh sesuatu yang sangat membenci kita, kadang yang kita fikirkan saat itu adalah sesuatu yang negatif yang sangat meresahkan, namun kadang juga ada yang tidak mau tahu dengan berbagai alasan bahwa hidup kita yang menjalani sendiri dan ketika didalam Barzahpun kita yang bertanggung jawab akan tingkah laku kita sendiri.

Otak manusia adalah tempatnya berfikir, dan otaklah inti dari gerakan akan suatu perbuatan yang terlahir dari perasaan dihati, dia yang sangat bertanggung jawab penuh akan segala yang terjadi pada diri manusia itu sendiri.

Fungsi rasa yang dihasilkan dari hati kita adalah sekumpulan ego yang bermain dengan imajinasi dalam otak lalu menimbulkan perasaan yang namanya cinta (itu menurut saya, terserah menurut kalian :) )
ketika kita tertidur, maka tidurlah kesemuanya dalam tubuh kecuali otak kita yang tetap bekerja dalam remang dan tenang menghasilkan mimpi antara ada dan tiada.

Seorang lelaki dalam perannya sangatlah penuh konflik, dalam pemikiran juga perasaan laki-laki, itu tidaklah mempersoalkan dengan berlebihan segala konflik yang menghantam dunianya, begitu juga dengan perumpamaan sang surya ketika siang terik menyengat namun redup ketika sore dan tenggelam berganti malam tenang disertai bulan dan bintang yang menghiasi langit. 
Laki-laki bisa meredam amarah, dendam, dan kesusahan dalam egonya sendiri untuk menyenangkan pasangannya ataupun orang-orang sekitar yang mencintai dan dicintai

Seorang wanita dalam perannya juga sangatlah penuh dengan konflik, bahkan perempuan sangat rentan akan depresi jika menghadapi suatu konflik, dia akan mudah putus asa jika dihatinya itu tidak dilandasi keyakinan yang kuat untuk melewati segala kemungkinan yang buruk yang akan terjadi, namun ketika dia merasa senang maka bisa meredam segala gundah dihati pasangannya dan orang-orang sekitar yang dicintai juga mencintainya, maka terobatilah sayap-sayap yang hampir patah :) .

Manusia tercipta pada satu tubuh pada awalnya, dari rusuk lelaki terciptalah wanita untuk dipersatukan melewati masa hingga waktu yang telah ditentukan merekapun bercerai (antara hidup dan mati)

Kita pernah merasakan Syurga didalam rahim Ibu, dan kebahagiaan kita adalah ketika ada dirahim Ibu. Ketika kita terlahir didunia maka hilanglah kebahagiaan itu, kita jalani kehidupan bersama usia berusaha tuk raih kebahagiaan itu kembali karena Maha Besar "DIA" Sang Maha Penggenggam takdir manusia. (ampunilah dosa kami dan ampunilah segala dosa kedua orang tua kami. Aamiin)

nikmatilah segala kemungkinan dalam kejadian hidup dalam keyakinan untuk kebaikan walaupun itu tidak kita sukai. ( berusaha selalu positif) hingga Ikhlas kita diterima akan Ridha Maha Baik-Nya. :)

itu menurut pemikiran saya, tak tahu dengan pemikiran kalian sobatku, dengan harapan semoga tulisan ini bermanfaat.

Barakkallah sohib

Alhamdulillah :)


Comments

Popular posts from this blog

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...

Dalam sebuah perjalanan di Gunung Papandayan Ba'da kelar SMA 1997' silam. :). mengenang Alm.Darwin

*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut. kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke. Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?" Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!" Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg* :D , gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis! Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!" Aphet Tru...