Skip to main content

*Indahnya Hati*

    Bismillah
Assallamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakkattuh


     Kejujuran pada diri manusia itu pelik, karena kejujuran itu adanya didasar hati dekat dengan Zat Sang Maha Pencipta. Kejujuran itu mempunyai posisi yang unik, dasar tubuh kejujuran adalah Iman manusia kepada-Nya. Ada permainan hati dari segala kehendak pada diri manusia, kuncinya adalah 'rasa', dan 'rasa' meliputi segala yang ada didalam fikiran manusia sebelum hati mulai mencerna. Ketika diri manusia merasakan sesuatu yang ganjil hingga sampai mengingat Tuhan-nya, maka disitulah cermin pribadi kita yang sebenarnya terbentuk diantara kemunafikan dan kejujuran. awal pada hati didiri manusia adalah Fu'ad atau bermula sesuatu ruang yang kosong, lalu pada awalnya fu'ad itu terisi oleh Jiwa dan Ruh Suci dari Zat Sang Maha Pencipta yang memiliki karakter dasar jujur dan apa adanya, 
(Al-Qur'an Surat Al-Najm:11)


lalu hati itu dapat dipalingkan. 
(Al-Qur'an Surat Al-An'am:110)


hati yang bisa di isi oleh ke-Imanan dan ke-khufuran dipengaruhi oleh indera pendengaran dan penglihatan yang kelak dari kesemuanya bersatu dalam inti hati sebagai pertanggung jawaban amaliyah mereka kelak diakherat dihadapan Allah SUbhanahu Wa Ta'ala.
(Al-Qur'an Surat AL-Israa:36)


Kemunafikan manusia akan terus ada, kemunafikan akan terus membuat hati didiri manusia bergejolak dalam keresahan, pada hati didiri manusia itu terdapat (Bahajatul Qulub) atau sifat-sifat kebaikan dari 'Nur' dan lawannya sifat-sifat keburukan dari 'Syeitan', disisi Qalbun manusia akan menggiring fikiran serta jasad dalam melakukan sesuatu hal diantara cinta dunia ataupun puasa dan bertaqwa
Inti dari manusia adalah kesunyian, ketika terlahir dia tak tahu apapun dari segala takdirnya, dan ketika ajal menjemput, seluruh tubuh dengan posisi wajah menyentuh sisi tanah, manusia itu benar-benar dalam kesendirian, kesunyian memikul segala beban dosanya, yang terbaik adalah ketika manusia itu menikmati segala kebaikan serta kejujurannya diakherat kelak. 

semoga bermanfaat, jika ada kesalahan mohon maaf lahir dan bathin
Barakkallahu Fiik umrik sahabat se-ikhwan

Wassallamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakkattuh

Alhamdulillah

Comments

Popular posts from this blog

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...

Dalam sebuah perjalanan di Gunung Papandayan Ba'da kelar SMA 1997' silam. :). mengenang Alm.Darwin

*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut. kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke. Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?" Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!" Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg* :D , gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis! Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!" Aphet Tru...