seorang pria mengayuh dayung diatas perahu...
matanya memandang seorang wanita dengan wajah bak sungai yg jernih, namun dipenuhi kesedihan dan sakit hati...
Wajah seorang wanita yg bagai sinar rembulan, namun jiwa dan jasadnya terkekang oleh keraguan...
ketika wanita itu tersenyum, senyumnya bagai mentari terbit indah ditimur bersama awan tipis dilangit yg biru nan pekat...
kuselami senyumnya dan dia pun tersipu, terlihat pipinya yang memerah humairah...
wajah yang selalu hinggap tak lekang oleh usia...
terpaku kisahmu wahai wanita yang selalu tertulis dalam jari jemari yang mengetik disetiap abjad cerita...
kau bungkam angkara disebagian diriku yang menjegalmu...
tabahmu bak kemilau mutiara dilautan dalam yang sinarnya menembus air pekat...
diantara kabut hitam kau berdiri pada ujung dermaga memandang perahu yang kukayuh didanau yang hening...
sedang aku yang berada diperahu hanya bisa memandang remang sosok tubuhmu redup...
bening yang mengalir diantara sesalku menusukkan duri dihatimu...
maaf... maafkanlah...
dan bayangmu hilang tak membekas tertutup kabut hitam...
akhirnya lelaki itu terus mengayuh dayungnya hingga kabutpun menipis dan menghilang...
entah sampai kapan perahu itu berlabuh disebuah pulau yang memahaminya...
sesekali wajah lelaki itu berpaling kearah tempat awal dia mengenal sebuah cinta...
lalu lelaki itu menundukkan kepala dalam duka...
Berada dimana sang putri pujaan hati?...
Comments
Post a Comment