Begitu gesit langkah seorang anak kecil berlari...
tangannya tampak menggenggam rupiah...
matanya sangat tajam memandang kekiri dan kekanan lalu fokus berlari lurus menyeberang jalan raya...
ketika selesai membeli sesuatu, diapun kembali berlari menuju rumahnya...
lalu keluarlah seorang Ibu menyambutnya...
sang Ibu tersenyum sambil menerima barang yang dibeli anak kecil itu...
sang Ibu terus tersenyum memandang sang anak yang dengan rajin dan sigapnya ketika disuruh selalu menganggukkan kepala...
pada suatu ketika anak itu sakit, sudah tiga hari anak itu demam tak kunjung sembuh...
sang Ibu beruraikan air mata menunggu tubuh lemah anak kesayangannya tersebut...
tak lama kemudian anak itu mencoba membangunkan tubuhnya sendiri karena rasa mual...
anak itu memuntahkan isi perutnya, yang semakin membuat cemas dan risau adalah ketika kedua lubang hidungnya spontan mengeluarkan darah...
menangislah seisi rumah...
sang Ayah memandang iba kepada sang anak, sang Ayah mengambil air suci lalu membentangkan sejadah dilantai tak berubin tuk bersujud kepada Sang Maha Suci...
wajah sang Ayah tampakkan harapan-harapan akan segala doa-doa...
setelahnya sang Ayahpun melantunkan AL-Qur'an Surat 'Yasin'...
air mata yang tertahanpun mulai terurai...
hingga akhirnya anak tersebut tertidur dengan pulas...
Waktu terus berlalu...
sang anakpun yang kini telah dewasa memandang sosok tubuh Ayahnya yang lemah disebuah tempat tidur...
paras wajahnya sangatlah tabah...
dengan tenang sang anakpun mengambil air suci tuk bersujud kepada Sang Maha Pemegang Takdir...
wajahnya penuh harap, lalu diapun melantunkan AL-Qur'an Surat "Yasin"...
ditengah bacaan anak itu tak kuat tuk meneruskan lalu menjatuhkan perlahan kepalanya sambil menjatuhkan bening yang tak tertahan ditubuh sang Ayah...
sang Ayah tampak mencoba mencari wajah sang anak sambil menciumi sayang rambut dan wajah sang anak...
sang Ayah tampak menenangkan sang anak dan menyuruhnya untuk melanjutkan bacaan Al-Qur'an," (suara yang lemah) teruskanlah bacaanmu anakku, ayah senang dibacakan Al-Qur'an olehmu!" lalu setelah hatinya reda, sang anakpun melanjutkan bacaannya...
dan beberapa bulan kemudian sang Ayahpun wafat dalam tenang... "Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun!"
Waktu terus berlalu...
kini sang anak memandang sosok tubuh Ibunya yang terkulai lemah dengan bantuan selang pernafasan yang masuk kemulut hingga ujung kerongkongan, ya, Rabb... sang anak terlihat tabah, air mata yang tertahan tergenang bisa dilihat dari sela kelopaknya, diusap sayang wajah sang Ibu, dibersihkan kotoran yang menmpel diwajahnya, dicium kening sang Ibu yang berada diruang ICU sambil membisikkan sebuah kata kepada sang Ibu," tawakal kepada Allah, Bu... teruslah berdzikir kepada-Nya.... Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilahailaLLAh, Astaghfirullah, AllahuAkbar, Laa Haula wala Quwata ilabiLLAH... Allahu Shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad."
setelah itu sang anakpun keluar dari ruang ICU tuk menunggu perkembangan selanjutnya...
Tak lama berselang, anak itu dipanggil kedalam tuk melihat kondisi Ibunya, ketika didalam ruangan, sang anak langsung bersimpuh dikaki sang Ibu, tak kuat dia melihat sang Ibu dalam kondisi kritis, beningpun terus mengalir dimatanya, sang anak tetap mencoba kontrol diri dalam keadaan pasrah... lalu seorang dokter tampak memegang bahunya dan berkata," Bung, maaf... saya dan petugas disini sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi jiwa Ibumu tak tertolong, yang ikhlas yahc bung (katanya mencoba menguatkan sang anak)!..."Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun!"
lalu sang anak berdiri menganggukkan kepala sambil mengusap air matanya... dipandangnya wajah sang Ibu, lagi-lagi bening itu tak dapat tertahan, lalu buru-buru anak tersebut mengusap air matanya dan menghampiri sang Ibu, berkatalah dia dalam hati kecilnya...
"tiada lagi yang mendoakanku selain diriku sendiri yang memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, (menundukkan kepala) ampunilah kedua orang tuaku ya, Rabb... sayangilah mereka disisi Maha Baik-Mu, dan ampunilah segala dosa hamba-Mu ini. Aamiin."
kini sang anak harus menaruh semua beban dipundaknya, membuka lebar hatinya, dan berusaha terus menuju kebaikan demi masa depan keturunannya hingga pada akhir waktunya dia-pun kembali kepada Sang Maha Pencipta..
*semoga bermanfaat*

Comments
Post a Comment