Skip to main content

Potret Kerinduan



ketika rasa rindu hadir tuk menepis kesedihan, maka diri takkan berhenti mengatakan cinta... 
ingin sekali merubah segala resah dari kesalahan, agar sempurna bayangmu wahai cinta yang aku tak tahu kau kini berada dimana... 

mungkin kau masih lelah seperti halnya hati ini, masih ingin menari lepas bersama kupu-kupu bermain ditaman yang dipenuhi bunga-bunga yang manis...
kecantikanmu simbol ketulusan lakumu, wahai cinta-cinta yang membuai rasa rindu...

memandang langit kelam yang hanya berisikan ruang dengan bulan bersama titik-titik bintang...
mengingatkan kerisauan diri, hingga hening-heninglah wajahmu seakan berpaling disudut bisu...

kebekuan hati telah mencair namun sebagiannya menguap diudara hingga menghilang dihempas angin...
wahai cinta, aku masih tak tahu kau berada dimana?...

ketika kita berdiri disudut siku sambil menyandarkan angan memandang pada tengah ruang dan waktu... 
terlihat bayang dirimu tersenyum, menatap penuh cinta para bidadari-bidadari kecil yang bermain dengan riang tanpa kenal lelah, karena "waktu" disana memantul diantara cermin cermin kehidupan tanpa titik temu...

pengorbanan cinta tidaklah sia-sia jika cinta itu selalu pada alurnya dan inti kebaikannya...
yang menakutkan adalah ketika cinta saling menyakiti satu sama lain...
bukankah kita telah mengenal cinta, yang menyatukan seluruh alam semesta beserta isinya...
namun tidaklah berarti bahwa cinta itu bisa menetap sempurna pada hati tiap-tiap manusia...
semua pasti ada hikmahnya...

aku memperhatikan disisi kananku dua insan manusia yang sedang terlena dipanah asmara, wajahnya tiada duka, selalu mengumbar senyum penuh kasih sayang dan tiada cela... 
aku berpaling pada sebelah kiriku, wajah-wajah manusia yang dipenuhi kebencian, iri, dan dengki, juga kesombongan yang kesemuanya menjadi satu dalam dilema, hati mereka benar-benar dipenuhi luka yang mendalam...
diantaranya ada yang hanya terdiam seribu bahasa...
benar-benar rindu hingga kadang benar-benar diri terasa jemu...

****************************************************************





Comments

Popular posts from this blog

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...

Dalam sebuah perjalanan di Gunung Papandayan Ba'da kelar SMA 1997' silam. :). mengenang Alm.Darwin

*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut. kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke. Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?" Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!" Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg* :D , gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis! Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!" Aphet Tru...