Skip to main content

*Secangkir Kopi Arabika Indonesia* (Opini sifat manusia dalam Islam)



Bismillah

Assallammu'alaikum WarahmatullahiWabarakattuh

      Ada sesuatu yang membuat resah ketika manusia tersudut dalam kesendiriannya, entah kemunafikan pada sisi manusia itu, ataupun sesuatu perbuatan yang tersimpan dan enggan diungkapkan untuk menjaga utuhnya kebahagiaan sesama manusia.
keresahan pada diri manusia yang tunggal adalah segala dosa-dosa manusia yang sebenarnya tak di inginkan nurani manusia itu sendiri. Ketika dalam pelaksanaan tingkah laku, manusia melintasi alam sadar dan alam yang tidak disadarinya melalui segala macam fikiran pada indera meresap diotaknya menuju hati dan kembali lagi diotaknya dan terungkap melalui inderanya, maka disitulah timbul segala perbuatan  yang sedang dilakukan dalam cerna ada dan tiada. Ketika melakukan kesalahan, maka manusia itu akan memperbaiki kesalahannya, ada yang terlihat dan ada yang tak terlihat semua tergantung situasi agar menimbulkan suasana yang kondusif untuk sekitar walau terkadang tidak kondusif untuk diri sendiri. Keresahan pada diri manusia itu timbul karena rasa takut manusia itu kepada Sang Maha Pencipta, karena setiap manusia yang Ber-Tuhan itu pasti takut melakukan kesalahan terhadap orang lain yang mengakibatkan manusia itu telah melanggar segala yg diharamkan oleh Tuhan-nya hingga berdosalah juga manusia itu kepada Sang Maha Pencipta. 

Sifat-sifat manusia yang merasa kuat dan sombong selalu dibuat lemah oleh Sang Maha Pencipta agar manusia itu kembali dijalan-Nya sesuai petunjuk AL-Qur'an dan Hadits.

*Lemahnya manusia tertulis didalam Al-Qur'an SUrat An-Nisa ayat 28, yang artinya: 
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah".

*Ketidak bersyukuran manusia itu juga ada didalam 
Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 66, yang artinya: 
" Dan Dia-lah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian membangkitkan kamu kembali (pada hari kebangkitan). Sungguh manusia itu sangat kufur nikmat".

Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 51, yang artinya: 
" Dan apabila kami berikan nikmat kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri (dengan sombong); tetapi apabila ditimpa malapetaka maka dia banyak berdoa".

Al-Qur'an Surat Al-Adiyat ayat 6, yang artinya: 
" sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhan-nya".


*Manusia selalu diliputi keputus asaan tertulis didalam 
Al-Qur'an Surat Hud ayat 9, yang artinya: 
"dan jika Kami berikan Rahmat Kami kepada manusia, kemudian (Rahmat itu) kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima-kasih".
begitu juga di Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 83 dan Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 49.

*Manusia juga kadang tidak menghargai nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tertulis dalam 
Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 34 yang artinya: " Sesungguhnya manusia (yang ingkar) sangat suka menempatkan segala sesuatu bukan pada tempatnya lagi sangat tidak menghargai nikmat Tuhan-nya".

*manusia itu suka membantah terdapat dalam 
Al-Qur'an Surat Al-Nahl ayat 4, dan Surat Al-Kahfi ayat 54

*manusia itu selalu ingin terburu-buru terdapat dalam 
Al-Qur'an Surat Al-Israa ayat 11. dan surat Al-Anbiyaa ayat 37

*manusia itu kufur nikmat terdapat dalam 
Al-Qur'an Surat AL-Israa Ayat 67.

*manusia itu bakhil dan kikir terdapat dalam 
Al-Qur'an Surat Al-Israa ayat 100.


*manusia itu mahluk yang zhalim terdapat dalam 
Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 72 yang artinya: 
"sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezhaliman dan suka pula berbuat perkara-perkara yang tidak patut dikerjakan".


*manusia itu mahluk yang sombong terdapat dalam 
Al-Qur'an Surat Az-Zumar ayat 49, yang artinya: 
" maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia selalu berdoa kepada kami, kemudian apabila kami memberikannya suatu nikmat (sebagai kurnia) dari kami berkatalah ia dengan sombongnya:" aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku". (tidaklah benar apa yang dikatakannya itu)bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah dia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya (hakikat itu)".


*manusia itu tidak mengenang budi terdapat dalam 
Al-Qur'an Surat Az-Zukhruf ayat 15.


*Manusia itu bersifat dipenuhi dengan perasaan resah dan gelisah terdapat didalam 
Al-Qur'an Surat Al-Maarij ayat 19, yang artinya: 
" sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir".

Al-Qur'an Surat Al-Maarij ayat 20, yang artinya: 
" apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah".

Al-Qur'an Surat Al-Maarij ayat 21, yang artinya: 
" dan apabila ia mendapat kebaikan amat kikir".


*manusia itu mudah terpedaya terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Infitar ayat 6, yang artinya: 
" wahai manusia! apakah yang memperdayakanmu-(berlaku durhaka) kepada Tuhan-mu Yang Maha Pemurah?"


*manusia adalah mahluk yang melampaui batas terdapat dalam 
Al-Qur'an Surat Al-Alaq ayat 6, yang artinya: 
" sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau yang sewajibnya).


*manusia mahluk yang selalu dalam kerugian terdapat dalam 
Al-Qur'an Surat Al-Asr ayat 2.

yang harus dilakukan seorang Muslim adalah menjaga Shalat dengan baik,mengeluarkan zakat sedekah,berpesanlah dengan kebenaran dan kesabaran, jagalah silaturahmi antar sesama, selalu berusaha untuk melakukan kebaikan dan menjauhi diri dari segala macam keburukan.

Ya, Rabb... jagalah diri hamba-hamba-Mu dari sifat yang melampaui batas!.. Aamiin

sumber: "Al-Qur'an dan hamba Allah Subhanahu Wa Ta'ala"

semoga bermanfaat sohib.

Wassallamu'alaikum WarahmatullahiWabarakattuh

Alhamdulillah

Comments

Popular posts from this blog

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...

Dalam sebuah perjalanan di Gunung Papandayan Ba'da kelar SMA 1997' silam. :). mengenang Alm.Darwin

*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut. kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke. Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?" Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!" Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg* :D , gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis! Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!" Aphet Tru...