Assallammu'alaikum WarahmatullahiWabarakattuh
Ada sesuatu yang membuat resah ketika manusia tersudut dalam kesendiriannya, entah kemunafikan pada sisi manusia itu, ataupun sesuatu perbuatan yang tersimpan dan enggan diungkapkan untuk menjaga utuhnya kebahagiaan sesama manusia.
keresahan pada diri manusia yang tunggal adalah segala dosa-dosa manusia yang sebenarnya tak di inginkan nurani manusia itu sendiri. Ketika dalam pelaksanaan tingkah laku, manusia melintasi alam sadar dan alam yang tidak disadarinya melalui segala macam fikiran pada indera meresap diotaknya menuju hati dan kembali lagi diotaknya dan terungkap melalui inderanya, maka disitulah timbul segala perbuatan yang sedang dilakukan dalam cerna ada dan tiada. Ketika melakukan kesalahan, maka manusia itu akan memperbaiki kesalahannya, ada yang terlihat dan ada yang tak terlihat semua tergantung situasi agar menimbulkan suasana yang kondusif untuk sekitar walau terkadang tidak kondusif untuk diri sendiri. Keresahan pada diri manusia itu timbul karena rasa takut manusia itu kepada Sang Maha Pencipta, karena setiap manusia yang Ber-Tuhan itu pasti takut melakukan kesalahan terhadap orang lain yang mengakibatkan manusia itu telah melanggar segala yg diharamkan oleh Tuhan-nya hingga berdosalah juga manusia itu kepada Sang Maha Pencipta.
Sifat-sifat manusia yang merasa kuat dan sombong selalu dibuat lemah oleh Sang Maha Pencipta agar manusia itu kembali dijalan-Nya sesuai petunjuk AL-Qur'an dan Hadits.
*Lemahnya manusia tertulis didalam Al-Qur'an SUrat An-Nisa ayat 28, yang artinya:
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah".
*Ketidak bersyukuran manusia itu juga ada didalam
Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 66, yang artinya:
Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 66, yang artinya:
" Dan Dia-lah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian membangkitkan kamu kembali (pada hari kebangkitan). Sungguh manusia itu sangat kufur nikmat".
Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 51, yang artinya:
" Dan apabila kami berikan nikmat kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri (dengan sombong); tetapi apabila ditimpa malapetaka maka dia banyak berdoa".
Al-Qur'an Surat Al-Adiyat ayat 6, yang artinya:
" sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhan-nya".
*Manusia selalu diliputi keputus asaan tertulis didalam
Al-Qur'an Surat Hud ayat 9, yang artinya:
"dan jika Kami berikan Rahmat Kami kepada manusia, kemudian (Rahmat itu) kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima-kasih".
begitu juga di Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 83 dan Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 49.
*Manusia juga kadang tidak menghargai nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tertulis dalam
Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 34 yang artinya: " Sesungguhnya manusia (yang ingkar) sangat suka menempatkan segala sesuatu bukan pada tempatnya lagi sangat tidak menghargai nikmat Tuhan-nya".
Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 34 yang artinya: " Sesungguhnya manusia (yang ingkar) sangat suka menempatkan segala sesuatu bukan pada tempatnya lagi sangat tidak menghargai nikmat Tuhan-nya".
*manusia itu suka membantah terdapat dalam
Al-Qur'an Surat Al-Nahl ayat 4, dan Surat Al-Kahfi ayat 54
Al-Qur'an Surat Al-Nahl ayat 4, dan Surat Al-Kahfi ayat 54
*manusia itu selalu ingin terburu-buru terdapat dalam
Al-Qur'an Surat Al-Israa ayat 11. dan surat Al-Anbiyaa ayat 37
Al-Qur'an Surat Al-Israa ayat 11. dan surat Al-Anbiyaa ayat 37
*manusia itu kufur nikmat terdapat dalam
Al-Qur'an Surat AL-Israa Ayat 67.
Al-Qur'an Surat AL-Israa Ayat 67.
*manusia itu bakhil dan kikir terdapat dalam
Al-Qur'an Surat Al-Israa ayat 100.
Al-Qur'an Surat Al-Israa ayat 100.
*manusia itu mahluk yang zhalim terdapat dalam
Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 72 yang artinya:
"sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezhaliman dan suka pula berbuat perkara-perkara yang tidak patut dikerjakan".
*manusia itu mahluk yang sombong terdapat dalam
Al-Qur'an Surat Az-Zumar ayat 49, yang artinya:
" maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia selalu berdoa kepada kami, kemudian apabila kami memberikannya suatu nikmat (sebagai kurnia) dari kami berkatalah ia dengan sombongnya:" aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku". (tidaklah benar apa yang dikatakannya itu)bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah dia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya (hakikat itu)".
*manusia itu tidak mengenang budi terdapat dalam
Al-Qur'an Surat Az-Zukhruf ayat 15.
*Manusia itu bersifat dipenuhi dengan perasaan resah dan gelisah terdapat didalam
Al-Qur'an Surat Al-Maarij ayat 19, yang artinya:
" sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir".
Al-Qur'an Surat Al-Maarij ayat 20, yang artinya:
" apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah".
Al-Qur'an Surat Al-Maarij ayat 21, yang artinya:
" dan apabila ia mendapat kebaikan amat kikir".
*manusia itu mudah terpedaya terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Infitar ayat 6, yang artinya:
" wahai manusia! apakah yang memperdayakanmu-(berlaku durhaka) kepada Tuhan-mu Yang Maha Pemurah?"
*manusia adalah mahluk yang melampaui batas terdapat dalam
Al-Qur'an Surat Al-Alaq ayat 6, yang artinya:
Al-Qur'an Surat Al-Alaq ayat 6, yang artinya:
" sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau yang sewajibnya).
*manusia mahluk yang selalu dalam kerugian terdapat dalam
Al-Qur'an Surat Al-Asr ayat 2.
Al-Qur'an Surat Al-Asr ayat 2.
yang harus dilakukan seorang Muslim adalah menjaga Shalat dengan baik,mengeluarkan zakat sedekah,berpesanlah dengan kebenaran dan kesabaran, jagalah silaturahmi antar sesama, selalu berusaha untuk melakukan kebaikan dan menjauhi diri dari segala macam keburukan.
Ya, Rabb... jagalah diri hamba-hamba-Mu dari sifat yang melampaui batas!.. Aamiin
sumber: "Al-Qur'an dan hamba Allah Subhanahu Wa Ta'ala"
semoga bermanfaat sohib.
semoga bermanfaat sohib.
Wassallamu'alaikum WarahmatullahiWabarakattuh
Alhamdulillah
Alhamdulillah

Comments
Post a Comment