Skip to main content

Bengis


janji suram...
wajah rakyatmu muram...
wajah yang pasrah tuk terjun dijurang nan curam...
tak bisa bicara dan terus dipaksa bungkam...
pandangan serta tetes mutiara bening tertuju pada asap dan api didepan hingga asap menutup dan kelam...

berharap kau sudah tersadar?
jabatan buatmu tertidur dan ingkar...
lihatlah-lihat, para rakyat kecil krisis kepercayaan dan saling balas berbuat kasar...
mereka tak tahu lagi dimana harus berteduh dan bersandar...

para pedagang seperti enggan tuk berdagang...
para pekerja mau tak mau harus bekerja...
dan mereka yang mengais rejeki dengan gerobakpun tertunduk menangisi puing gerobaknya...

aku berjalan disebuah lintasan rel kereta yang jalan tembusnya sebentar lagi akan tertutup beton...
terlalu banyak kenangan akan jalan yang akan ditutup beton itu...
dari ku kecil hingga kini aku mempunyai buah hati yang aku kasihi...

kasihan para penganggur...
lahannya digusur...
hingga tak ada lagi penghasilan setengah halal yang membuatnya sedikit makmur...
aku berdoa semoga benak hitamnya tak lagi timbul genderang kejahatan kembali ditabur...
sebab jika benak hitamnya timbul, maka setiap perbuatannya adalah atas dasar dosanya dan dosa para pemimpinnya yang tenggelam dalam kufur...

bukan menggurui...
karena setiap kepemimpinan akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan ALLAH Yang Maha Adil...

kehidupan itu bengis...
ketika kita dipaksa harus meringis...
tetaplah sabar wahai saudaraku usaplah tangis...

Doa kami:
" Wahai ALLAH Yang Maha Segalanya... lindungilah hamba-hamba-Mu yang bertaqwa yang sedang dalam kesulitan... berikan hidayah kepada pemimpin kami dan selalu tunjukkan kepadanya jalan yang lurus yang telah Engkau Ridhai. Aamiin."

Comments

Popular posts from this blog

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...

Dalam sebuah perjalanan di Gunung Papandayan Ba'da kelar SMA 1997' silam. :). mengenang Alm.Darwin

*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut. kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke. Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?" Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!" Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg* :D , gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis! Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!" Aphet Tru...