EXT. PUNCAK GUNUNG MERBABU. MALAM
PEMAIN:” Toni, Luna, Gilang, Anastasia, Rubben.”
Didepan tenda dekat api unggun, Toni tampak menatap pemandangan dipuncak Gunung Merbabu malam itu, sesekali dia menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 23:00, Toni mendesah sambil mengalihkan pandang kearah tenda dome hijau miliknya yang didalam tenda itu terdapat dua orang teman wanitanya yang bernama Luna dan Anastasia, kedua wanita tersebut tampak tertidur lelap karena letih setelah mendaki sampai Puncak Gunung Merbabu Jawa-Tengah Indonesia. Lalu dia mengalihkan pandang kearah api unggun sambil mendesah kembali, terdengar suara dengkuran ditenda warna kuning dimana kedua teman lelakinya yang bernama Gilang dan Rubben terlelap, Toni tertawa kecil mendengar dengkuran temannya tersebut lalu menghisap tembakau dibibirnya dan dilepaskan asap mengepul ke udara.
Toni:”(voice:(berkata dalam hati), termenung) kangen banget gw sama masa-masa kuliah dulu… (memandang Bulan purnama) andai waktu bisa diputar kembali…!”
Toni menambahkan patahan batang pohon ke api unggun didepannya, lalu dari dalam tenda terdengar suara Gilang lirih…
Gilang:” (dari dalam tenda) bujug, Ton.. elo belom tidur, cuy?”
Toni menoleh kearah tenda kuning dan menjawab…
Toni:” entar juga gw tidur, Lang… udeh lanjut aje tidur lo broo… besok kita turun lewat Wekas, gw masih mau nikmatin alam diluar,(tersenyum) dinginnya gak ada di Jakarta!”
Gilang:” (dari dalam tenda) iya, deh.. terserah elo, Ton.. gw lanjut ya!”
Toni:” iye, broo, lanjut deh!”
Toni mengambil teko diatas api unggun dan menuangkan secangkir kopi kedalam gelas, lalu Toni meminum kopi tersebut sambil menikmati dengan desah gelengkan kepala…
Toni:” (menatap kearah lampu-lampu dibawah Gunung) Ajib nih kopi... (tersenyum) Alhamdulillah!”
Lalu terdengar suara dari arah tenda hijau…
Luna:” tuangin satu lagi dong, Ton..!”
Toni menoleh kearah Luna yang berjalan menuju kearahnya.
Toni:” (tersenyum) eh, Luna… iya, iya, (sambil mengambil gelas lagi didalam tas kecil miliknya, menoleh kearah Luna) pake gula gak, Lun?”
Luna duduk disebelah Toni…
Luna:” (tersenyum) pakai, Ton… dikit aja!”
Toni menaburkan gula kegelas kopi panas dan memberikan kepada Luna, Luna menerima gelas kopi dari Toni dan berkata…
Luna:” (tersenyum) terima-kasih, Ton, (mencium aroma kopi) hmmmm, harum… (memandang Toni tersenyum simpul) kopi apaan nih, Ton?”
Toni:” (tersenyum) Toraja Arabika, Lun!”
Luna:” pantas, ada asam-asamnya, (memandang alam lepas) indah sekali dunia bawah dilihat dari atas sini!”
Toni:” (Toni ikut memandang kearah yang dilihat Luna) iya, sangat-sangat indah!”
Luna:” untung aku terbangun dari tidurku, jadi bias melihat pemandangan ini, (memandang Toni) kamu belum tidur, Ton?”
Toni:” belum, Lun… (tiba-tiba Toni berdiri) sebentar Luna!”
Toni masuk kedalam tenda mengambil kamera DSLR miliknya beserta tripod.
Luna:” (seolah bertanya) mau motret apaan gelap-gelap gini, Ton?”
Toni:” (sambil mendirikan tripod dan menaruh kamera photo diatasnya) ada deh, Lun!”
Luna berjalan menghampiri Toni dan berdiri disampingnya, Toni tampak dengan tenang mensetting dan mengarahkan kameranya kearah langit, lalu tepat digugusan awan, Toni mulai memotret awan yang berwarna-warni indah dikamera tersebut beberapa kali…
Luna tampak memperhatikan serta melihat hasil dari jepretan Toni…
Luna:” (terpesona) Wuihh, indah banget Milkywaynya dapat… (memandang Toni penuh harap) entar aku minta yahc, hasil photomu, Ton?”
Toni:” tenang, Lun, aku kasih kamu, gratis, hehehehe…!”
Luna:” asyik, (tertawa kecil) thanks yahc, Ton… !”
Toni hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum, lalu keduanya kembali menikmati keindahan alam dipuncak Gunung Merbabu malam itu.
EXT. JALUR WEKAS GUNUNG MERBABU.SIANG
Pemain:” Toni, Gilang, Rubben, Luna, dan Anastasia
Dalam pejalanan turun dijalur Wekas, Toni, Gilang, Rubben, Luna dan Anastasia, tampak menikmati indahnya alam disana, sejenak Toni menghentikan langkahnya menunggu Luna yang berada jauh dari jalan setapak yang dipijaknya…
Toni:” Ben, elo sama Gilang dan Anastasia duluan ya, gw nunggu si Luna, biar gw barengin aja, kayaknya dia sudah agak lelah!”
Rubben:” (memandang Toni) Oke, Ton!... (memandang Gilang dan Anastasia) yuk ahk, jangan kebanyakan berhenti, entar capeknye nambah, hehehe!”
Gilang:” (sambil melambaikan tangan kearah Toni)duluan ya, Ton!”
Toni hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum kepada teman-temannya tersebut. Tak lama kemudian Luna sudah hamper didekat Toni berpijak…
Toni:” (tersenyum memandang Luna dan menawarkan minuman) minum, Lun?”
Luna:” (balas tersenyum manis) boleh, Ton!”
Luna langsung meminum air dibotol yang diberikan Toni, setelah itu Toni berkata…
Toni:” yuk, kita lanjutkan perjalanan, Lun?”
Luna tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu keduanya melanjutkan perjalanan turun dijalur wekas.
Sambil berjalan dijalan setapak yang menurun…
Toni:” (sambil tersenyum mengatur nafas) biar gak capek, kamu mau gak denger cerita tentang kisah aku dan mantan pacarku?”
Luna:” (tersenyum menatap Toni) boleh, kalau kamu mau cerita dan percaya sama aku, Ton!”
Toni:” aku mulai cerita ya… dulu aku punya pacar, namanya Anggraini, aku biasa memanggil dia Anggie, begitu juga teman-temannya memanggil dia Anggie juga... Anggie itu wanita yang baik, (seolah mengingat wajah) cantik pula, dia mempunyai hobi sama seperti aku ini, naik Gunung turun Gunung… (memandang Luna) boleh aku pinjam tanganmu?”
Luna:” (tertawa kecil)hehehe, untuk apa?”
Toni:” (sambil menggenggam tangan Luna) jangan marah ya, Lun… ini bukan modus, hehehe, beginilah aku dan dia menyusuri jalan setapak, selalu berpegangan tangan, hampir kagak lepas sepanjang perjalanan deh!”
Luna:” lahh, (tertawa manja) hihi, kalau pas jalur sempit terus ada orang lain lewat, (tiba-tiba saja ada orang yang mau menanjak hendak lewat didepan Luna dan Toni) nah kayak gini nih, (memandang Toni tersenyum) gimana caranya supaya kagak lepas pegangan tangannya?”
Toni:” (nyengir) yahh, kita jalan miring atau menunggu dia naik duluan, baru kita turun dehc, hehehe!”
Tiba-tiba saja salah seorang Pecinta Alam berkata kepada Toni dan Luna…
Pecinta Alam:” (bibir kering suara serak) Bang, maaf… masih ada air gak?”
Toni langsung melepaskan tangan Luna dan reflek mengambil Aqua yang masih penuh disebelah kanan kuping tas carilnya…
Toni:” (tersenyum)Nihc, bang, bawa aja, kami masih ada stock didalam tas!”
Pecinta Alam:” terima-kasih ya, bang, yahc…!”
Lalu Pecinta Alam itu berlalu dari Toni dan Luna, Lunapun tertawa kecil…
Luna:” hihihi!”
Toni:” (seolah bertanya) kenapa kamu ketawa geli gitu, Lun?”
Luna:” seneng aja!”
Toni:” (nyengir) seneng kenapa, Lun?”
Luna:” akhirnya kamu melepaskan tanganku jugakan, hahahaha!”
Toni:” (kikuk) Lah iya yahc!.. hehehe.. bias aja kamu, yuk ahk kita lanjut jalan!”
Lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan turun.
Toni:” mau dilanjutin gak?”
Luna:” Mmmm, (tersenyum menatap Toni) boleh, kalau kamu gak keberatan!”
Toni:” kagak keberatanlah, Lun… Beratan juga Caril aku nih, hehehe!”
Luna:” hihihi, kamu ternyata lucu juga yahc, Ton!”
Toni:” oke aku lanjutkan ceritanya, (seolah bertanya memandang Luna) tadi sampai mana, ya.. ceritanya?”
Luna:” kamu pegangan tangan terus sama Anggie tiap naik turun Gunung!”
Toni:” ooh iya, maaf (sambil memegang kembali tangan Luna) seperti ini… (memandang Luna)!”
Luna:” (nyengir) ahkk, kamu bisa aja, Ton…!”
Toni:” hihihi, oke, dilanjut nih… Anggie itu wanita yang aneh, unik, dia kadang kalau menahan dingin dimalam hari suka serem, pernah suatu malam dulu di Pos Kandang Badak Gunung Gede-Pangrango Bogor, aku dengar suara sayup kayak wanita, bernyanyi bukan, merintih bukan, akukan orangnya penasaran, aku cari sumber suara itu… serem banget, ehhh… akhirnya aku dapati wanita bernama Anggie itu tampak menggigil tapi seperti bernyanyi, seperti merintih, ahk pusing dahh.. aneh banget, hahaha… akhirnya aku kasih pinjam jaketku untuknya buat tambahan lumayan nahan dingin, aku belain aku gak pakai apapun, Cuma sehelai baju dan slayer doang yang menutupiku, nah.. di Gunung itulah aku mulai pertama kali menyukai wanita, namun pada suatu ketika….
Fade to black
Fade in
FLASHBACK
EXT/INT. PESTA PERPISAHAN DITAMAN LUAR GEDUNG DAN RUANG KELAS. MALAM
Pemain:” Toni, Anggie (Anggraini), Rubben, Gilang, Sonia, dan figuran pesta perpisahan.
Rubben dan Anggraini berlari mencari-cari Toni yang sejak dari tadi tak terlihat dipesta perpisahan malam itu, sedangkan Toni berada didalam ruangan terlihat dalam keadaan tak sadar karena minuman yang diberikan obat tidur oleh Sonia, Sonia tampak menggandeng menuntun keluar lengan Toni yang setengah sadar, Sonia adalah seorang wanita yang sangat menyukai Toni, namun Toni hanya menyukai Anggie (panggilan untuk seorang wanita yang cantik jelita yang bernama Anggraeni), namun saat itu Toni sedang dalam pengaruh obat tidur hingga dia melakukan hal yang tanpa sadar, Sonia memanfaatkan keadaan Toni saat itu, Sonia mendudukan Rubben disebuah bangku taman, saat itu juga Sonia melihat Rubben dan Anggie, lalu Sonia sengaja dalam posisi menggoda Toni, Anggie menoleh kearah Sonia dan Toni dengan tatapan kecewa…
Rubben:” (memandang Anggie heran)kenapa, Gie?”
Lalu Rubben mengarahkan pandang ke tempat Anggie menatap…
Rubben:” hadehh, si kampret, (teriak) Ton…!”
Toni yang tersadar setelah mendengar teriakan Rubben langsung melepaskan pelukan Sonia…
Toni:” (mencoba melebarkan pandangannya) ya, ampun,… ?... apa-apaan kamu Sonia?”
Sonia:” kamu tadi peluk aku, Ton!”
Toni:” (langsung berdiri memandang kearah Anggie berteriak) Anggie, ini gak seperti yang kamu sangka!”
Anggie tampak tak peduli, bening menetes dari matanya karena kecewa, lalu Anggie pergi dari tempat tersebut sambil berlari menuju mobilnya, Toni tampak cemas lalu mengejar Sonia kea rah parkiran melewati teman-temannya yang sedang berpesta sambil teriak memanggil nama Anggie.
Toni:” (sambil berlari) Anggie, tunggu!”
Anggie langsung masuk kedalam mobilnya, Toni mengetuk pintu mobil Anggie sambil berkata…
Toni:” tunggu dulu Anggie, ini salah faham… ijinkan aku menjelaskannya!”
Anggie tampak tak peduli dan menstarter mobilnya, Toni berkata lagi…
Toni:” kamu sedang tak stabil Anggie, ijinkan saya yang antar kamu pulang kerumah!”
Anggie tak peduli dan langsung menjalankan mobilnya pergi meninggalkan Toni.
Toni:” (dengan nada kesal memandang mobil Anggie yang meninggalkannya) Shit…!!!” (kakinya menendang kaleng yang ada dibawahnya)
Toni masuk kegerbang taman dimana teman-temannya berpesta, Rubben menghampiri Toni…
Rubben:” (nada marah)elo gila, Ton… dia nyariin elo udah hampir setengah jam, eh elo malah asyik-asyikan sama si Sonia!”
Toni:” (menatap Rubben) ahkk.. tau tadi pas gw minum koktail dari Sonia, gw langsung lemes kayak mau tidur gitu, Ben!”
Rubben:” ahk, elo sih, udeh tau si Sonia suka sama elo, pake acara dideketin!”
Toni:” (menyesal) iye-iye, gw salah, aduhh… (seolah berfikir)gw khawatir nih sama Anggie!”
Sonia menghampiri Toni…
Sonia:” (dengan nada manja)Toni…!”
Toni:” (tampak kesal) ahkk… (marah) gara-gara elo, pacar gw jadi cemburu tuh!”
Sonia:” kan bagus, Ton… jadinya aku bisa milikin kamu kalau kamu putus!”
Toni:” (memandang kesal) Ahkk, Gila lo, Nia!”
Toni langsung pergi meninggalkan Sonia sendirian, begitu juga dengan Rubben mengikuti langkah Toni.
INT. RUMAH TONI (KAMAR). PAGI
Pemain : Toni, Voice Anggie(Anggraini)
Suara dering panggilan hand phone membangun Toni dari tidur lelapnya, Toni terbangun dan langsung menjawab telepon tersebut…
Toni:” Halo.. Assalamu’alaikum…?”
Anggie (voice):” Wa alaikumsalam, Toni…”
Toni:” (Toni kaget) Anggie… maafkan aku tentang semalam Anggie, aku bisa menjelaskannya!”
Anggie (voice):” sudahlah, Ton… aku sudah memaafkannya, Rubben sudah cerita kepadaku…! sebenarnya kedatanganku kemarin ingin memberitahu kamu sesuatu, Mmmm…?”
Toni:” (seolah bertanya) kenapa, ada apa, Gie?”
Anggie (voice):” Morrison lelaki yang dijodohkan oleh bapakku datang kemarin lusa melamarku, bapakku menerima lamaran itu, padahal aku tidak mau, Ton… aku belum mau Nikah, apa lagi sama si Morrison…! Mmm… Ton?”
Toni:” ya, Gie!”
Anggie:” kamu berani nghomong dan melamar sama bapakku?”
Toni:” (seolah berfikir) Duhh… gimana ya?”
Anggie (voice):” atau kita berdua kabur aja, Ton?”
Toni:” ahk, gila… jangan Gie, entar urusannya panjang!”
Anggie (voice):” jadi kamu membiarkan Morrison itu nikahin aku?”
Toni:” kagak, bukan begitu Gie… aku cuma gak mau jadi buronan mertua…! Eh salah ngomong ya aku?”
Anggie:” sudahlah Ton, kalau kamu gak bawa kabur atau melamar aku, mending kamu ikhlasin aku saja buat Morrison!”
Toni:” aduh, pusing juga ya.. gimana, ya!”
Anggie (voice):” sudah ya, Ton, beneran kita akhirin saja hubungan kita, dan satu hal kata lagi untuk kamu, kamu pengecut!”
Lalu telepon ditutup oleh Anggie, Toni tampak panic…
Toni:” (panic) loh-loh, Gie.. Anggie, kok dimatiin sih hpnya?... (sambil mengetik nomor hp lalu mencoba telepon ke nomor Anggie) kok gak diangkat-angkat sih?”
Tak lama kemudian terdengar suara mail voice…
“ nomor yang ada tekan, salah!”
Toni:” sial… (seolah berfikir sambil merebahkan tubuhnya) ahkkk, pusing gw!”
Toni tampak kesal dan menyesal dengan keadaan hubungan cintanya saat itu.
EXT. PARKIRAN KAMPUS. SIANG
Pemain:” Toni, Rubben dan figuran Mahasiswa kampus.”
Sudah tiga hari Toni tidak melihat Anggie datang ke kampus, dan siang itu Toni tampak berjalan menuju parkiran lalu menaiki motornya, Toni baru memakai helmnya untuk beranjak pulang, namun tiba-tiba Rubben memanggilnya…
Rubben:” (teriak) Ton, Toni!”
Toni menoleh kearah Rubben yang tampak berlari kearahnya, lalu Rubben sampai dihadapan Toni…
Toni:” (seolah bertanya) ada apaan, Ben?”
Rubben:” (nafas tersengal) sebentar, Ton.. gw atur nafas dulu… (setelah nafasnya agak tenang)elo udeh dengar kabar, blom tentang Anggie?”
Toni:” belom, ben.. emang ada apaan sihc?”
Rubben:” dia sama keluarganya udah pindah ke Paris dibawa keluarga Rubben untuk mengadakan pernikahan disana!”
Toni:” jauh amat. Ben?”
Rubben:” si gila, elo gak ada penyesalan sama sekali, Ton?”
Toni:” (menunduk) sebenarnya gw nyesel sihc, Ben… tapi mau gimane lagi, dia sempat ngajak gw kawin lari, tapi gw gak mau, itu gak asyik dunia akherat… kasihan orang tuanye!”
Rubben:” (bingung) elo pegimane sih, (seolah bertanya) sebenarnye eloh cinta gak sihc sama si Anggie?”
Toni:” (ngotot) cintalah, saking cintanya, makanya gw ikhlasin dia sama si Madirodok, eh, si Morrison maksudnye, (nyengir) hehehe!’
Rubben:” (nyengir) ahk, sikampret,bias aje loh orang gila…!”
Toni:” ahk udehlah, biarin aje,namanye juga kagak jodoh sama gw!... (menatap Rubben) mau bareng gak sampe halte Busway?”
Rubben:” boleh-boleh!”
Lalu Rubben langsung membonceng dibelakang dimotor Toni, dan Toni menjalankan motornya melaju berlalu dari parkiran kampus.
Fade to black
Fade in fade out
EXT.JALAN SETAPAK WEKAS GUNUNG MERBABU.SIANG
Luna tersenyum menatap Toni,sambil berjalan dijalan setapak fokus turun kebawah…
Luna:” udahan, (seolah bertanya) gitu doang ceritanya!”
Hingga akhirnya disuatu point jalan setapak Toni menahan Luna untuk menghentikan langkahnya.
Toni:” (tersenyum kepada Luna) iya, gitu doang ceritanya!”
Luna:” gak enak amat endingnya, Ton, (tertawa kecil) hihihi!”
Toni:” (tersenyum menatap Luna lalu membuang pandang kebawah dimana Pos terakhir sudah terlihat base campnya)habis mau diterusin ceritanya juga percuma, gak bisa balikin masa lalu!”
Toni masih menggenggam tangan Luna, lalu tangan kirinya tampak merogoh kantong celananya mengambil sesuatu, lalu…
Toni:” (memandang Luna penuh kemesraan) Luna…?”
Luna:” iya, Ton?”
Toni:” (rikuh) Mmmm… Anu?”
Luna:” (seolah bertanya sambil tetap tersenyum) anu apa, Ton?”
Toni:” aku, mau berkata sesuatu kepada kamu, tapi kamu harus janji berkata iya, yahc?”
Luna:” (seolah bertanya) memang kamu mau ngomong apaan sih, Ton?”
Toni:” kitakan sudah hamper 4 tahun kenal, aku bermaksud, (ragu) Mmm…?”
Luna:” (seolah bertanya sambil tersenyum) iya, aku dengarkan!”
Toni:” (sambil mengeluarkan sebuah cincin) sebelum mencapai Pos, aku bermaksud memasangkan cincin ini kejari manismu… maukah kamu menerima lamaranku untuk mempersunting dirimu nanti, Lun?”
Luna:” (tertawa kecil) kenapa gak datang kerumah aja sihc temuin orang tuaku, Ton?”
Toni:” iya, itu nanti, setelah aku dapat kepastian kamu disini!”
Luna:” Hmmm, gimana ya?”
Toni menundukkan kepala resah, lalu Luna berkata…
Luna:” Mmm… iya, Ton… aku siap menerima kamu, jika kamu berani ketemu dengan kedua orang tuaku!”
Toni:” (semangat) beneran, Luna?”
Luna:” (tersenyum tertawa kecil manja) hihi, iya Toni!.. tapi kamu harus ketemu orang tuaku dulu!”
Toni:” kalau orang tuamu gak setuju?”
Luna:” (tersenyum) kan aku yang menentukan setuju atau tidaknya, jangan pesimis gitu ahk!”
- Toni:” betul, ya… cincin ini aku pasang dulu ya di jari manismu?”
Luna:” jangan, Toni… nanti saja dirumahku kalau kamu berani ngomong sama orang tuaku!”
Toni:” Alhamdulillah, akhirnya…!... boleh aku pegang tanganmu sampai Pos bawah, Lun?”
Luna menganggukkan kepalanya, dengan penuh cinta Toni dan Luna pun turun ke Pos Base camp, dan akhir cerita Tonipun membuktikan bahwa dia bukan pengecut seperti kata mantan pacarnya yang bernama Anggie tersebut, dan Toni bersama Luna pun jadi menikah.
E.N.D

Comments
Post a Comment