* Opiniku:" 21 tahun lalu... waktu itu tubuh ini masihlah muda, masih bisa menahan tumbukan tangan-tangan keras, masih bisa menahan hentakan kata-kata yang menikam nurani, bahkan ketika cinta menghunus hati hingga tercabikpun aku masih sanggup bertahan dan ketika berkali-kali tertikam aku meninggalkan cinta-cinta itu hingga cinta itu hanya bisa memandang punggungku yang perlahan hilang dari pandangnya tertutup kabut kelabu... "
* Opini-opini:" ketika mempertahankan cinta, lelakilah yang paling banyak terluka, walau tercabik bagai tanpa guna lelaki itu coba meraih dan menutupi luka-luka itu dengan tetap tersenyum, menjahit lukanya dengan merangkul yang dicintanya...
lihatlah sudah berapa pisau tertancap ditubuh dan beberapa belati menembus jantung dan hati tapi lelaki itu tetap tak peduli, yang dikhawatirkan oleh lelaki itu adalah ketika sampai diujung khilaf, seorang lelaki itu lebih sadis dalam menyikapi khilaf seperti menghunuskan semua belati ditubuh ini kembali kepada orang-orang yang dicintai hingga cinta itu tersadar walau sudah tak bisa menggapai bayang lelaki itu yang sudah menjauh pergi..."
* Focus:" Cinta merangkum semua sifat manusia, dari organ luar hingga organ dalam, ketika besi-besi tajam itu menancap hati sakitnya tiada yang bisa menahannya kecuali orang-orang yang ingin bertahan, yang bertahan itu mereka tak peduli dengan sekitar dan hanya fokus untuk mencintai satu-satunya yang dicinta agar sang cinta kembali dalam pelukannya, namun jika tidak tergapai, maka terpaksa dikembalikannya kembali belati-belati itu kepada sang cinta.
dan disitulah keduanya harus bisa menerima keadaannya masing-masing."
* Menepilah:" hingga saat ini pun terkadang cinta itu masih sadis, namun harus melewati beberapa fase seperti diatas, dibunuh dan dibunuh lalu dibunuh cintanya ditancapkan belati, kemudian ketika sudah terasa benar-benar hilang asa, terpaksa seorang lelaki itu harus mengembalikan semua tancapan belati itu kepada sang penikam hati. Ada beberapa yang benar-benar bertahan, lalu merekapun akhirnya tak sadarkan diri terlelap dalam semua hina-dina yang tak berkesudahan hingga ajal, dan aku bukanlah seperti itu."
* Rangkuman:"Jika sedang dalam seteru terhadap yang tercinta, cukup diam, berkata secukupnya... dan untuk yang tercinta, janganlah selalu berkata-kata tentang perpisahan, karena seorang lelaki itu sangat membenci kata-kata tersebut, dan dengan kata-kata perpisahan itu seorang lelaki akan cepat diambang khilaf dan akan mengembalikan semua belati-belati itu lebih sadis langsung menancap inti hati, makanya kalau lagi ribut-ribut harus mengingat Sang Maha Pemilik Cinta, jadi gak akan ada khilaf itu.... itu menurut saya, maafkan jika berbeda dalam pemikiran dan intuisi. "
*semoga bermanfaat *

Comments
Post a Comment