Bismillah
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokattuh.
sang Surya tampakkan wajahnya yang redup dari kisi-kisi awan hitam tipis...
dihadapannya dari pandanganku terbentang sawah yang hijau hingga semakin mendekat pandang ada aliran sungai yang kian mengeruh karena limbah-limbah industri yang minim kesadarannya dalam pengolahan serta pembuangan kotoran...
terus kupacu motorku sambil menikmati bersihnya udara pagi itu walau sedikit distorsi karena gangguan-gangguan polusi udara yang disebabkan pembakaran sampah dan asap knalpot (nyadar diri padahal aku juga seorang biker), setidaknya masih ada udara sehat yang kuhirup pada pagi itu...
Semakin meninggalkan daerah pedesaan menuju tengah-tengah kota, udara bersih itu kian sirna, bising, semburan asap knalpot yang tak terkontrol karena laju waktu kian sempit tuk memasuki sebuah perkantoran lalu dengan sebuah jari memencet mesin absen yang tak ada toleransi pada setiap menit dan detiknya...
Kuparkirkan motorku, lalu kulangkahkan kakiku diparkiran yang beralaskan semen dan debu...
disetiap langkah, mataku yang memang masih agak terkantuk tetap berusaha fokus memandang sekitar, ada sedikit kejenuhan, ada sebuah keinginan, dan ada beribu doa yang ingin diungkapkan kepada-Nya dalam suatu penghasilan yang halal... ya, aku berusaha dijalan yang dihalalkan-Nya, mungkin bukan hanya aku, tapi kamu, juga kalian semua... maka biarkan saja kehidupan itu mengalir sesuai alur cerita yang dibuat-Nya...
Kadang aku tak peduli akan sekitarku yang dipenuhi kepenatan diri mereka masing-masing... sebenarnya apa yang ingin diraihnya?... apa yang di inginkan setiap manusia?... kebahagiaankah?... dan apa-apa yang manusia itu lakukan untuk mencapai kebahagiaannya bermacam warna, ada yang saling mengingatkan, saling menutupi, saling membuka, bahkan saling menjatuhkan, lalu mereka siap bertikai sampai mati untuk sebuah kebahagiaannya! (ironis)
Aku sudah melihat semuanya, makanya aku mencoba terus bertahan agar tak mati nafkah, setidaknya aku tidak mencuri dan menjatuhkan sesama bahkan Alhamdulillah tidak bisa korupsi, karena dalam diri ini telah disisipkan kebaikan oleh-Nya. ( Alhamdulillah gw gak suka carmuk dari dulu sampai sekarang (carmuk = cari nyamuk maksudnya 😂 )
Sudah banyak yang kulihat dari sejak lahir hingga hampir menginjak 40 tahun usiaku diDunia yang fana ini, kebaikan diri, keburukan diri, manusia baik, manusia buruk, binatang monyet, anjing, dan bahkan tumbuhan benalupun sudah aku lihat dikehidupan ini. bahagia, sedih, tertawa, menangis, putus asa, terpuruk, mencoba bangkit, dijatuhkan sesama manusia, semua menyatu menjadi pelajaran yang sangat berharga. ( yang pasti gw gak pernah berniat hingga saat ini menghancurkan pendaringan sesama, hanya monyet dan anjing yang berebut makan menghalalkan segala cara, kasihan si babi cuman melongo dilumpur ngelihat keduanya bertikai, dan kucing-kucingpun hanya tertawa sambil duduk dipinggir piring yang berisikan kolam susu melihat ketiganya )
Sudah hampir petang, jari-jemariku mulai capek tuk meneruskan ketikan-ketikan ungkapan isi hati yang memang harus dituang, apa lagi rasa kantuk yang menyerang selalu karena kurang tidur... entah kalian lihat kesedihannya atau kebahagiaannya, tapi diantara keduanya adalah realita kehidupan yang benar-benar nyata. ( yang terpenting fahami, tela'ah, buang yang buruk, ambil kebaikannya )
Semoga kebaikan Maha Baik-Nya selalu bersama kita yang selalu bersyukur kepada Allah Yang MAha Baik. 😉.. Aamiin. (doaku)
Selanjutnya mari kita nyruput kopi saudaraku.
Barakkallahu
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokattuh.

Comments
Post a Comment