Assalamu'alaikum Warohmatullah
Kadang hidup berspekulasi itu penuh harapan, seperti bertaruh dalam sebuah permainan, spekulasi bisa membuahkan hasil yang bagus dan bisa membuat terpuruk dalam kesesatan yang buruk. bukan berarti kita harus bersikap pesimis dalam spekulasi tersebut, tapi itulah kedua hasil yang harus siap-siap kita kecap ketika berspekulasi.
Seorang penjudi akan menjadi pecundang sesuai dengan masalahnya jika dia tidak bisa berjudi, lain halnya jika dia bisa melalui segala macam permainan judi dengan segala kelicikan dan kepintaran serta kesabarannya, yang sudah-sudah ketika kita berada dimeja judi, maka disitulah hawa nafsu sering hinggap diotak dan akal serta tubuh kita untuk bergerak sesuai keinginannya yang menyesatkan lalu diri seseorang yang sudah terlajur tenggelam itu akan hancur berkeping-keping bersama bangkai-bangkai para penjudi lainnya,
maka itu berjudi diharamkan oleh Sang Maha Kuasa.
Kehidupan adalah sesuatu yang bersifat konflik, dimana kita akan memposisikan diri kita pada suatu masalah tanpa kita mengetahui akan datangnya yang tiba-tiba. Ketika manusia bernalar untuk memposisikan diri agar lebih baik kedepannya, maka disitulah berbagai keputusan akan mempermainkan pikirannya. Yang bernalar bagus akan mendapatkan kebaikannya, dan yang bernalar tanpa perhitungan akan mengecap hasil yang sudah diputuskan dalam pemikirannya.
kita akan dihadapkan pada sebuah kenyataan dimana diri kita dipaksa untuk melewati kenyataan tersebut, kadang seperti mimpi ketika berdiri pada kenyataan yang terduga, lalu berfikirlah kita untuk menyesuaikan keadaan tersebut agar kita tak selalu tiarap dan tengkurap bahkan berenang di air keruh dalam menyikapi segala kenyataan yang harus kita lewati.
Manusia adalah mahluk yang indah, bersyukurlah mereka-mereka yang tercipta sebagai manusia karena keindahan yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta. Namun dalam penciptaan hati yang ada didiri manusia, manusia akan selalu diliputi kebimbangan, keresahan, dan memendam rasa untuk berkhianat. rasa berkhianat itu bisa dilakukan, namun bisa juga cukup untuk disimpan dihati, mana yang lebih baik?
saat ini aku masih melihat surya terbit diufuk timur dan tenggelam disela warna awan jingga diufuk barat, entah esok apakah diri ini masih bisa melihat kedua fenomena alam yang mengisi keseharian kehidupan manusia, disini aku enggan menebak, karena disisi ini hanya ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala Yang Maha Mengetahui.
Barakkallahu teman dan saudaraku.
Wassalamu'alaikum Warohmatullah
Kadang hidup berspekulasi itu penuh harapan, seperti bertaruh dalam sebuah permainan, spekulasi bisa membuahkan hasil yang bagus dan bisa membuat terpuruk dalam kesesatan yang buruk. bukan berarti kita harus bersikap pesimis dalam spekulasi tersebut, tapi itulah kedua hasil yang harus siap-siap kita kecap ketika berspekulasi.
Seorang penjudi akan menjadi pecundang sesuai dengan masalahnya jika dia tidak bisa berjudi, lain halnya jika dia bisa melalui segala macam permainan judi dengan segala kelicikan dan kepintaran serta kesabarannya, yang sudah-sudah ketika kita berada dimeja judi, maka disitulah hawa nafsu sering hinggap diotak dan akal serta tubuh kita untuk bergerak sesuai keinginannya yang menyesatkan lalu diri seseorang yang sudah terlajur tenggelam itu akan hancur berkeping-keping bersama bangkai-bangkai para penjudi lainnya,
Kehidupan adalah sesuatu yang bersifat konflik, dimana kita akan memposisikan diri kita pada suatu masalah tanpa kita mengetahui akan datangnya yang tiba-tiba. Ketika manusia bernalar untuk memposisikan diri agar lebih baik kedepannya, maka disitulah berbagai keputusan akan mempermainkan pikirannya. Yang bernalar bagus akan mendapatkan kebaikannya, dan yang bernalar tanpa perhitungan akan mengecap hasil yang sudah diputuskan dalam pemikirannya.
kita akan dihadapkan pada sebuah kenyataan dimana diri kita dipaksa untuk melewati kenyataan tersebut, kadang seperti mimpi ketika berdiri pada kenyataan yang terduga, lalu berfikirlah kita untuk menyesuaikan keadaan tersebut agar kita tak selalu tiarap dan tengkurap bahkan berenang di air keruh dalam menyikapi segala kenyataan yang harus kita lewati.
Manusia adalah mahluk yang indah, bersyukurlah mereka-mereka yang tercipta sebagai manusia karena keindahan yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta. Namun dalam penciptaan hati yang ada didiri manusia, manusia akan selalu diliputi kebimbangan, keresahan, dan memendam rasa untuk berkhianat. rasa berkhianat itu bisa dilakukan, namun bisa juga cukup untuk disimpan dihati, mana yang lebih baik?
saat ini aku masih melihat surya terbit diufuk timur dan tenggelam disela warna awan jingga diufuk barat, entah esok apakah diri ini masih bisa melihat kedua fenomena alam yang mengisi keseharian kehidupan manusia, disini aku enggan menebak, karena disisi ini hanya ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala Yang Maha Mengetahui.
Barakkallahu teman dan saudaraku.
Wassalamu'alaikum Warohmatullah

Comments
Post a Comment