Skip to main content

*opini* (Spekulasi dan konflik)

Assalamu'alaikum Warohmatullah

Kadang hidup berspekulasi itu penuh harapan, seperti bertaruh dalam sebuah permainan, spekulasi bisa membuahkan hasil yang bagus dan bisa membuat terpuruk dalam kesesatan yang buruk. bukan berarti kita harus bersikap pesimis dalam spekulasi tersebut, tapi itulah kedua hasil yang harus siap-siap kita kecap ketika berspekulasi.

Seorang penjudi akan menjadi pecundang sesuai dengan masalahnya jika dia tidak bisa berjudi, lain halnya jika dia bisa melalui segala macam permainan judi dengan segala kelicikan dan kepintaran serta kesabarannya, yang sudah-sudah ketika kita berada dimeja judi, maka disitulah hawa nafsu sering hinggap diotak dan akal serta tubuh kita untuk bergerak sesuai keinginannya yang menyesatkan lalu diri seseorang yang sudah terlajur tenggelam itu akan hancur berkeping-keping bersama bangkai-bangkai para penjudi lainnya,
maka itu berjudi diharamkan oleh Sang Maha Kuasa.


Kehidupan adalah sesuatu yang bersifat konflik, dimana kita akan memposisikan diri kita pada suatu masalah tanpa kita mengetahui akan datangnya yang tiba-tiba. Ketika manusia bernalar untuk memposisikan diri agar lebih baik kedepannya, maka disitulah berbagai keputusan akan mempermainkan pikirannya. Yang bernalar bagus akan mendapatkan kebaikannya, dan yang bernalar tanpa perhitungan akan mengecap hasil yang sudah diputuskan dalam pemikirannya.

kita akan dihadapkan pada sebuah kenyataan dimana diri kita dipaksa untuk melewati kenyataan tersebut, kadang seperti mimpi ketika berdiri pada kenyataan yang terduga, lalu berfikirlah kita untuk menyesuaikan keadaan tersebut agar kita tak selalu tiarap dan tengkurap bahkan berenang di air keruh dalam menyikapi segala kenyataan yang harus kita lewati.

Manusia adalah mahluk yang indah, bersyukurlah mereka-mereka yang tercipta sebagai manusia karena keindahan yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta. Namun dalam penciptaan hati yang ada didiri manusia, manusia akan selalu diliputi kebimbangan, keresahan, dan memendam rasa untuk berkhianat. rasa berkhianat itu bisa dilakukan, namun bisa juga cukup untuk disimpan dihati, mana yang lebih baik?

saat ini aku masih melihat surya terbit diufuk timur dan tenggelam disela warna awan jingga diufuk barat, entah esok apakah diri ini masih bisa melihat kedua fenomena alam yang mengisi keseharian kehidupan manusia, disini aku enggan menebak, karena disisi ini hanya ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala Yang Maha Mengetahui.

Barakkallahu teman dan saudaraku.

Wassalamu'alaikum Warohmatullah

Comments

Popular posts from this blog

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...

Dalam sebuah perjalanan di Gunung Papandayan Ba'da kelar SMA 1997' silam. :). mengenang Alm.Darwin

*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut. kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke. Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?" Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!" Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg* :D , gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis! Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!" Aphet Tru...