wajah yang menyendiri terpaku pada satu titik pandang diujung batas langit dimana sang Surya tertutup kabut mendung... Bening air tertahan dari kedua kelopak mata indahnya... lalu hembusan angin sejuk mengusap wajah murung dibalik pesona anggun rupanya... 

Ketahuilah wahai wanita,ketegaran ego membuat diri selalu diterpa sunyi, seiring hening selalu terucap kata-kata hati yang membentur sepi,hingga enggan untuk berucap bait kata-kata yang menyayat relung lagi.
seorang pria tidaklah mudah dalam melakoni perannya sebagai seorang pria...terlalu banyak masalah...terlalu banyak menerpa kesedihan...bahkan jika tersentuh hasrat dan kemauannya, semakin seorang pria terbunuh dalam segala gundahnya walau ada kenikmatan didalamnya...
seorang pria bukan hanya sekedar tameng, dia juga akan menjadi kelembutan bagi cinta-cintanya pada yang dicintainya.
Tapi begitulah pria, dia akan memainkan segala perannya secara otodidak, bisa membungkam rasa perih yang tertulis dihatinya yang terdalam, dia tidak diam, tapi juga enggan berkata-kata ketika melihat orang yang dicintainya terluka dan dilukai bahkan melukai.
kehidupan dalam bercinta memaksa kita untuk berperan dengan segala cara apapun untuk menjaga kisah cinta dan kebaikan yang akan diraihnya.
entah peran berpura-pura, ataupun peran yang sesungguhnya, bahkan jika diharuskan terbunuh hatinya, maka terbunuhlah pria itu dalam sepinya, semuanya sesuai apa yang seharusnya wanita perankan untuk mengarungi segala kisah yang memang harus dihadapi.
aku melihat keindahan didepanku, itu adalah harapan semua lelaki yang pernah dicintai dan saat ini mencinta...begitu juga wanita, dia juga melihat keindahan didepannya yaitu sang lelaki dalam sebuah asa yang tak terbatas karena sangat mencintai yang terkasih...
jika suatu saat harus terhempas dari kisah itu, maka seharusnya juga keduanya mempersiapkan diri tuk sakit, dari yang terkecil, hingga bisa membesar, lalu bisa jatuh kedalam lubang terjal yang tak diinginkan cinta-cinta dikehidupan ini.
biarkan duri itu menancap, lalu lepaslah ketika sampai dipuncak kebahagiaan aku dan kamu!Rick'10-06-2019
Lagi lagi puisinya sendu yaa.. Tp sy bs menghayati dan jg berasa ikut di alurnya... Nice postingannya mas..
ReplyDeletesyukron ya teteh Heni
Delete