Skip to main content

*bingkai hidup cinta*

ketika cinta mengabaikan dua perasaan yang sudah berbeda, maka bingkai-bingkai kehidupan tak bisa lagi berpijak pada satu pendirian, satu sama lain berdiri pada sisi kemunafikannya masing-masing, jika dilanjutkan maka akan selalu berhenti pada titik kesalahan yang berulang-ulang.


tersenyumlah ketika hati tertekan, terkadang kesedihan lama akan hidup dalam bayang yang harus diselami hingga dinding wajahmu jelas terlihat lalu menjadi samar dan pergi bersama angin yang menyentuh tubuh serta wajah yang hilang arah karena kesalahan-kesalahan.

wajah indah yang syahdu, menenangkan hati setiap jiwa-jiwa yang sunyi, sangat menginginkan cintanya, wahai hawa yang wangi dari jasad hingga lubuk hatinya, sementara saat itu segala resah hinggap hingga bulanpun padam disaat matahari hadir menutup malam.

langkah berjalan menyusuri pesisir dimana ombak lautan seperti berteriak-teriak ingin menggapai daratan, namun sesuai kodratnya ombak itupun redup dan kembali tak bisa meraih seluruh daratan. mengertikah kamu tentang perihal ombak dan darat?

entah 21 tahun, 6 tahun, ataupun hanya 2 tahun, masa adalah suatu takdir yang harus dilewati, ada kepedihan namun ada makna dalam suatu peristiwa yang menyangkut perjalanan hidup kita, dan itulah hidup bagi yang benar-benar menikmati kehidupan, walau itu perih maka harus tetap dinikmati.

mengetikah kamu arti persahabatan?... terkadang persahabatan bisa membawamu dalam berbagai perubahan, kabar baiknya adalah persahabatan akan membawa diri dalam kebahagiaan diatas kebahagiaan, sedangkan kabar buruknya persahabatan itu bisa membawa diri kepada kehancuran dan kebusukan hingga melebihi dari musuh apapun! mana yang lebih baik?... maka biarkan saja mengalir.

ada yang berkata bahwa wanita bodoh, dirinya selalu dipenuhi harapan, walau keinginannya terombang-ambingpun masih bisa dibisiki oleh harapan-harapan. Tapi bagiku wanita itu bukannya bodoh, wanita itu adalah mahluk yang indah, jasadnya yang gemulai, dan ruhnya yang lembut, wanita diciptakan dengan berbagai cipta yang sempurna dalam lakunya, sungguh sangat indah ketika pada suatu ketika seorang pria menemui wanita yang sempurna dipenuhi rasa cinta kepadanya, kesabarannya dalam menyikapi sifat pria pasangannya, dan ketika sang pria marah, namun tetaplah sang wanita mempertahankan cintanya untuk sang pria yang dikasihinya, dan diamlah diam segala prasangka yang buruk dihati sang pria yang penuh dengan egonya lalu menunduk runtuhkan segala emosinya.



Comments

  1. Dalem banget.. Apalgi paragraf terakhir... Knp gak nulis lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi vakum, fokus sama anak satu-satunya masuk ponpes :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...

Dalam sebuah perjalanan di Gunung Papandayan Ba'da kelar SMA 1997' silam. :). mengenang Alm.Darwin

*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut. kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke. Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?" Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!" Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg* :D , gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis! Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!" Aphet Tru...