dimana Berlian lebih berharga dari pada nyawa...
diri sendiri tiada arti demi mencapai kepuasan nafsu...
begitu mudahnya peperangan mengambil nyawa seseorang dengan selongsong senapan ataupun granat, mortir serta rudal bahkan nuklir mengambil jiwa-jiwa yang sedih hanya karena kepuasan hawa nafsu tuk menguasai sesuatu yang tak abadi!
diri sendiri tiada arti demi mencapai kepuasan nafsu...
begitu mudahnya peperangan mengambil nyawa seseorang dengan selongsong senapan ataupun granat, mortir serta rudal bahkan nuklir mengambil jiwa-jiwa yang sedih hanya karena kepuasan hawa nafsu tuk menguasai sesuatu yang tak abadi!
apa pernah kita terfikirkan tuk sejenak merenungi ketidak pastian tujuan kita kedepannya?...
terkadang rasa takut menghampiri dalam dilema kita tuk mencapai sesuatu...
entah didalamnya berisikan dosa dan dosa, ataupun kita hanya bisa berfikir bahwa jalan kita masih panjang dan masih bisa memperbaiki kesalahan sekarang!...
itupun jika kita benar-benar mengetahui takdir, namun apakah benar-benar kita mengetahui bahwa usia kita bisa mencapai esok pagi?
ketika berlian lebih berharga dari pada nyawa, lalu kamu mengorbankan sekian banyak orang demi satu tujuan, dan apa akhirnya ketika kamu bisa melihat berlian itu tanpa kamu bisa nikmati disaat kamu mengetahui bahwa dirimu terkena peluru yang membuatmu dalam sekaratul maut, apa yang terakhir yang seharusnya kamu sebutkan tuk dibawa dikehidupan abadi selanjutnya?...
embun yang jernih, kristal cair yang indah yang turun dari langit di ujung daun dan kelopak bunga nan wangi...
bersyukurlah akan segala karunia-Nya... sangat indah... #MashaALLAH

Comments
Post a Comment