Skip to main content

*intuisiku tentang Cinta dan Kehidupan*

Seorang penyair berkata, " jika menangis maka tutuplah kedua mata dengan tanganmu!"...
bagiku, tidak perlu menutup mata dengan kedua tangan, jika ingin menangis ya menangis saja, biarkan bening itu mengalir membasahi pipi dan terjatuh dilantai ataupun meresap kedalam tanah, biar isi bumi tau bahwa kita menangis, jika sudah lelah menangis maka hapuslah bekas bening yang mengalir dikedua pipi dengan jari-jemarimu yang tampak luruh lunglai karena melakukan sesuatu dalam keseharianmu...



* ketika aku berfikir tentang cinta, berkali-kali aku membaca karya sastra puisi tentang kepakan sayap yang salah satu diantara keduanya itu tidak stabil karena hampir patah, aku berfikir dan berfikir, semua itu hanya kata-kata yang membosankan, kita buat mudah saja kata-katanya, cinta itu tak sekedar membalut luka diantara luka, cinta itu tak sekedar merasakan duka diantara duka, dan cinta itu bukan hanya menikmati suka diantara suka... ahk, lagi-lagi aku mendesah dan beranggapan bahwa kata-kata itu juga sangat membosankan, aku buat mudah lagi tentang cinta....


   " cinta itu adalah air mata "

kata-kata itu adalah yang tertuang tulus dari hati ini tentang cinta!

* wahai benalu yang menusuk dibatang yang daunnya mulai berguguran, bukankah sudah kupotong dan kuhempaskan tubuhmu hingga terjerembab dan membusuk menyatu dengan tanah kembali?... namun kenapa kamu masih saja tumbuh menghambat langkah air yang diserah oleh batang tumbuhan ini, sadarkah kamu telah membuat daun-daun berhenti berkembang?... yang aku tak habis pikir, kenapa batang pohon ini mudah diperdaya hingga benalu-benalu itu kian marak melingkari tubuhnya yang kian rapuh, sepertinya halnya orang yang jatuh cinta, tak perlu diteruskan dengan kata-kata, ambil saja makna dari batang pohon dan benalu itu!

* kehidupan dunia telah membuatku mengerti akan satu hal yang didalamnya ada berjuta makna yang enggan kusebutkan, biar saja hanya aku dan Yang Maha Kuasa yang tau, dan kalian yang harus menilainya. karena dalam pelaksanaannnya kita tak tahu apa yang akan kita hadapi didepan sana, entah kepedihan, kesunyian, bahagia, kebersamaan, kesetiaan, pengkhianatan, ketulusan, amarah, bungkam, bicara, menyentuh dengan cinta, pernikahan dan perpisahan, hingga waktu akhir ketika kita kembali padanya dalam keadaan sendiri tertanam ditanah bumi yang hanya beberapa meter yang diatasnya ditancapkan sebuah tanda mata ataupun nama. ada satu hal kesimpulan kita dalam menjalani hidup, cukuplah dalam setiap perjalanan kita ini hanya berusaha untuk berbuat kebaikan dijalan-Nya, selebihnya adalah ketika dosa-dosa itu memang harus mengalir dan terhapus akan istighfar kita mengingat dan memohon ampun pada-Nya.

* ketika aku mencintai seseorang, aku akan merasa seperti orang bodoh, yang selalu malu disaat bercermin pada hati yang aku miliki ini, maka tertutuplah hatiku, kubiarkan cinta itu memainkan diri ini hingga kadang merasakan tusukan dan tak kurasa, jika sudah tak sanggup ya berontaklah! karena kesedihan serta kesenangan manusia itu tidaklah abadi didunia ini. kesedihan dan kesenangan yang abadi hanyalah di alam nanti disaat kita wafat didunia dan dibangkitkan lagi diakherat yang abadi, maka biarkan saja mengalir.

* wanita adalah syurga bagi lelaki yang mencintainya, namun bagai neraka dihati lelaki itu sendiri ketika didapati bahwa diri lelaki itu tidak dapat lagi memberikan kebahagiaan kepada wujud wanita yang dicintainya.

* Wahai Sang Maha Pemilik Cinta, aku lebih mengharapkan cinta-Mu disetiap sujud dan disetiap langkahku, maka cintailah aku hamba-Mu yang berperilaku tak sempurna ini.

************************************************


Comments

Popular posts from this blog

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...

Dalam sebuah perjalanan di Gunung Papandayan Ba'da kelar SMA 1997' silam. :). mengenang Alm.Darwin

*Ext.Pagi Dinihari jam 02:30 Dinihari di Terminal Garut. kami berlima turun dari Bis yang mengantar kami dari terminal Kampung Rambutan dari sejak sore hingga sampai ke Terminal Garut pagi-pagi buta Pukul 02:30, aku Erick Maulana, my best friends Darwin (alm), Aphet Trujillo, Keke, dan sikampret Aco Macho, turun dengan wajah masih setengah sadar karena mengantuk. ketika didepan terminal seperti biasa kami mengecek alat-alat bawaan, Aco Macho tampak celingukan lalu memandang Keke. Aco Macho: " (memandang Keke) Ke, gitar udeh dibawa belum?" Keke: " Oh iye, Co, gw lupa beneran dehc!" Aco Macho: "(sambil nyengir cengengesan) si beg* :D , gitar pake acara ketinggalan diBis, (sambil berdiri memandang Bis yang baru diparkir) ayo, Ke... kita ambil ke bis! Erick Maulana: " (nyengir) tau luh, Ke... gitar abang gw tuh, gw minjem sama die ampe matanya melotot, tapi akhirnye dipinjemin juga tuh gitar, ambil cepetan, Ke, Co!" Aphet Tru...