Bismillah
Assalamu'alaikum Warohmatulloh
Jalan yang sepi...
Hanya beberapa orang yg masih mengais rejeki tuk bertahan demi segenggam beras dengan wajah haru...
Kutunggu beberapa jam hingga ku pandangi awan hitam kembali mulai menyelimuti langitpun mendung bersedih...
Sungguh hina manusia dengan segala perbuatan buruk yang tak sengaja ataupun sengaja dilakukannya...
Sungguh sedih ketika melihat tangan-tangan memberi dengan senyum di sorot kamera tuk berselfie-selfie...
Ironisnya kadang mereka seperti tak tahu bahwa mereka sedang dilanda keresahan hati mereka yang sebenarnya tahu bahwa riyyaa itu awal dari dosa-dosa lainnya...
Disudut lain kulihat wajah-wajah tertunduk sepi, sedih, kehilangan pekerjaan bagai palu yg menimpa kepala bertubi-tubi karena harus berfikir, bagaimana caranya untuk memenuhi nafkah untuk keluarganya sehari-hari...
Bagi manusia kaum yg berfikir, itu adalah sebuah awal yang baik untuk memulai sesuatu yang baik, karena berprasangka baik kepada Sang Maha Pencipta...
Bagi yg lemah imannya walau tiada yg halal haram pun jadi (nyata)...
Dalam sebuah kisah cinta, masa Pandemik adalah masa yg menentukan dimana coba dan coba akan menghampiri bertubi-tubi, disitulah fikiran dan nalar serta kesabaran yg ikhlas benar di uji...
Dalam sebuah kisah cinta, bagai cuaca yang sedang pancaroba, seiring berganti musim, maka kadang juga berganti suasana yg indah, ataupun buruk, tergantung bagaimana mereka bisa menelan atau tidak pahit dan manisnya kehidupan...
Bahkan kesendirian adalah sebuah pilihan...
Mana yang lebih baik?...
Itu hanya ada masing-masing dihati kalian, saya, dan kamu!... Dan tiada satupun yang tau kecuali "Dia" Yang Maha Membolak balikan hati manusia.
Semoga Allah Subhanahu WA Ta'ala selalu memberikan kesehatan kepada kita semua dan menjaga Negeri yang damai ini dari kehancuran. Aamiin.
Barakallohu sahabat.
W assalamu'alaikum Warahmatullahi.
Comments
Post a Comment