Skip to main content

* WARNA DUNIA DARI MASA KE MASA *

setiap langkah kehidupan adalah nyata...
ketika terjadi kadang seperti mimpi...
masa lalu terasa sangat dekat...
dan masa depan terasa sangat jauh...

pada suatu masa aku melihat ribuan orang berteriak keadilan diatas mimbar beralaskan mobil pick up terbuka...
wajahnya merah diantara menahan marah atau kepanasan karena sengatan matahari yang terik panas saat itu...
hatinya berkobar kobar terlihat dari cara bicaranya yang keras...
jiwanya meronta-ronta ketika terasa memang harus mengeluarkan segala masalah yang menggangu bathin dan hidupnya beserta suatu kaum yang tertindas...
namun semuanya pupus terhalang tembok berpagar kawat dan hempasan air yang mendorong tubuh tubuh tanpa daya, bahkan terhujam oleh peluru peluru yang mengeluarkan asap pedas dimata...

ya, mereka sedih...
ya, mereka berduka karena merasa terbuang dan terbungkam oleh tirani yang sedang mabuk dunia...
lalu terlihat mereka meluruskan kakinya dan menyenderkan tubuh dan kepalanya pada sebuah tembok sambil mengusap keringat lelah...
sebagian lagi menghamparkan sajadah lalu bersujud dan berdoa kepada Sang Maha Pencipta menyerahkan segala sesuatu yang telah diusahakannya kepada Allah Yang Maha Adil dan Bijaksana...

pada suatu masa kejadian itu berulang kembali...
hingga kini dimasa yang pasti kita lalui ini, aku melihat kejadian masa lalu pun terulang kembali.


ketika aku melintasi ruang dan waktu bersama sang buah hati yang beranjak dewasa disebuah lampu merah, aku tertegun ketika anakku berkata," Ayah,.. kenapa mereka harus demonStrasi?... " aku terdiam sejenak, pikiranku berputar putar untuk menjawab seadanya dan sekenanya namun tetap pada jalur tujuan indahnya, agar dia tak perlu khawatir akan masa depannya di dunia ini, kataku pada anak...

" Nak, hidup didunia itu bukan sekedar kesenangan sebagai tujuan, karena prosesnya harus ada perjuangan untuk mencapai kesenangan tersebut demi kesejahteraan bersama, kita harus mencermati hidup agar kedepannya kita menggapai keinginan yang baik dari keluhuran niat kita, dan satu hal yang ayah pesankan padamu, niat baiklah karena ALLah Subhanahu Wa Ta'ala dalam segala hal untuk kebaikan bersama, inshaaAllah dirimu akan mendapati kebahagiaan dunia dan akherat kelak. mereka yang sedang berdemonstrasi adalah mereka yang merasakan pahitnya sebuah peraturan yang menurut mereka tidak berkenan dihati dan kehidupan mereka, hingga ada kesepakatan yang membahagiakan diantara keduanya antara yang di demo dan pendemo, kamu cukup pelajari setiap kehidupan kamu dan fokus kepada mata pelajaran disekolah kamu, suatu saat nanti jika kamu dewasa nanti, kamu akan bisa melihat antara kebenaran dan kebathilan, namun cukuplah semua itu diserahkan kepada ALLah Sang Maha Pencipta, karena dia yang mempunyai pengadilan yang seadil-adilnya diakherat kelak!"

lalu  lampu pun berubah hijau, dan motor ku pacu lagi hingga pemandangan photo yang kupajang itu terlewati dan hilang dari pandang.

"SEMOGA DAMAI DAN SEJAHTERA NEGERI TERCINTA INI, DAN PEMIMPIN JUGA RAKYATNYA SELALU DIBERI KESEHATAN LAHIR DAN BATHIN. AAMIIN "



Comments

Popular posts from this blog

* Pengalaman itu bermakna untuk diri sendiri *

               Saat itu tahun 1996 dimana diriku masih SMA, sebenarnya tiada niat sedikitpun dihatiku untuk ikut Ekstrakulikuler apapun saat itu, pada suatu kesempatan akhirnya aku iseng ikut teman-teman Ekstrakulikuler Pecinta Alam di SMA yang melakukan Dikdas (pendidikan dasar) di Gunung Gede-Pangrango Bogor Jawa-Barat Via Cibodas, waktu itu segala ijin tidak begitu seribet sekarang, dan berangkatlah pasukan pecinta alam sekolah sekitar 45 orang mendaki keatas Gunung Gede - Pangrango. kami berangkat setelah Sholat Maghrib sekitar jam setengah 7 malam. Asli itu pertama kali aku hiking dan dikasih kepercayaan sebagai seorang leader pada satu kelompok yang terdiri dari 7 kelompok, kalau gak salah seingatku waktu itu dijadikan leader dikelompok 4, wah... berat dan ribet juga jadi leader, disitu kita diharuskan bertanggung jawab kepada group (kelompok) yang kita pimpin. Singkat cerita akhirnya aku dan teman-teman kelompok 4 mulai menapakkan kaki...

Sepeda Kukayuh

Sepeda itu kukayuh... Kesana kemari tak peduli waktu... Dari keadaan bening hingga sore tetap tak terlihat lusuh... Hanya debu yg menempel hiasi membekas bahwa sepeda itu satu harian kukayuh... Duduk sore hari dalam lelah kupandangi sepeda hadiah kenaikan kelas dari ayah dan Ibu... Dan mataharipun tersenyum senang melihat riang kalbuku... Tersenyumku menyentuh stang sepeda BMX yg terkenal pada saat itu... Lalu aku mendudukinya dan mengayuh kembali pedal sepeda dan berlalu dari tempat itu menuju rumahku... Mataharipun tersipu haru memandangku... Lalu ia tenggelam dan waktupun terus mengalir seperti air hingga kuambil picture sepeda kesayangan keponakanku... # masakecilituindah :)

Opini diArcapada

Ketika melangkah dijalan setapak menuju puncak gunung, coba renungkan beberapa ego yang ada dibenak kita, mungkin ada beberapa fikiran yang sangat mengganggu, entah hati yang berkata-kata," akan sampaikah kita diatas sana dengan selamat?"... coba renungkan ketika hati kita berbicara tentang yang ada difikiran kita,"ya,ampun... sang surya sebentar lagi tiba, kita masih ditanah berpasir Mahameru, menapak satu langkah terperosok tiga langkah... !" .. sangat menyedihkan,bahkan sanubari yang terdalampun akan membayangkan orang-orang yang kita cintai dibawah sana, air mata sudah tak terbendung, tangan sudah mencengkeram rumput yang menancap ke tanah tuk bertahan, kaki sudah tertumpu dipinggiran tebing yang dibawahnya jurang nan terjal... fikiran dan hati yang memang sejalan ketika semua ego terbuang saat kita benar-benar sendiri menghadapi kesulitan langkah yang dibawahnya jurang penuh batu terjal, diantara tangisan bermakna maka disaat itu pula keyakinan tuk bangki...