setiap langkah kehidupan adalah nyata...
ketika terjadi kadang seperti mimpi...
masa lalu terasa sangat dekat...
dan masa depan terasa sangat jauh...
pada suatu masa aku melihat ribuan orang berteriak keadilan diatas mimbar beralaskan mobil pick up terbuka...
wajahnya merah diantara menahan marah atau kepanasan karena sengatan matahari yang terik panas saat itu...
hatinya berkobar kobar terlihat dari cara bicaranya yang keras...
jiwanya meronta-ronta ketika terasa memang harus mengeluarkan segala masalah yang menggangu bathin dan hidupnya beserta suatu kaum yang tertindas...
namun semuanya pupus terhalang tembok berpagar kawat dan hempasan air yang mendorong tubuh tubuh tanpa daya, bahkan terhujam oleh peluru peluru yang mengeluarkan asap pedas dimata...
ya, mereka sedih...
ya, mereka berduka karena merasa terbuang dan terbungkam oleh tirani yang sedang mabuk dunia...
lalu terlihat mereka meluruskan kakinya dan menyenderkan tubuh dan kepalanya pada sebuah tembok sambil mengusap keringat lelah...
sebagian lagi menghamparkan sajadah lalu bersujud dan berdoa kepada Sang Maha Pencipta menyerahkan segala sesuatu yang telah diusahakannya kepada Allah Yang Maha Adil dan Bijaksana...
pada suatu masa kejadian itu berulang kembali...
hingga kini dimasa yang pasti kita lalui ini, aku melihat kejadian masa lalu pun terulang kembali.
ketika aku melintasi ruang dan waktu bersama sang buah hati yang beranjak dewasa disebuah lampu merah, aku tertegun ketika anakku berkata," Ayah,.. kenapa mereka harus demonStrasi?... " aku terdiam sejenak, pikiranku berputar putar untuk menjawab seadanya dan sekenanya namun tetap pada jalur tujuan indahnya, agar dia tak perlu khawatir akan masa depannya di dunia ini, kataku pada anak...
" Nak, hidup didunia itu bukan sekedar kesenangan sebagai tujuan, karena prosesnya harus ada perjuangan untuk mencapai kesenangan tersebut demi kesejahteraan bersama, kita harus mencermati hidup agar kedepannya kita menggapai keinginan yang baik dari keluhuran niat kita, dan satu hal yang ayah pesankan padamu, niat baiklah karena ALLah Subhanahu Wa Ta'ala dalam segala hal untuk kebaikan bersama, inshaaAllah dirimu akan mendapati kebahagiaan dunia dan akherat kelak. mereka yang sedang berdemonstrasi adalah mereka yang merasakan pahitnya sebuah peraturan yang menurut mereka tidak berkenan dihati dan kehidupan mereka, hingga ada kesepakatan yang membahagiakan diantara keduanya antara yang di demo dan pendemo, kamu cukup pelajari setiap kehidupan kamu dan fokus kepada mata pelajaran disekolah kamu, suatu saat nanti jika kamu dewasa nanti, kamu akan bisa melihat antara kebenaran dan kebathilan, namun cukuplah semua itu diserahkan kepada ALLah Sang Maha Pencipta, karena dia yang mempunyai pengadilan yang seadil-adilnya diakherat kelak!"
lalu lampu pun berubah hijau, dan motor ku pacu lagi hingga pemandangan photo yang kupajang itu terlewati dan hilang dari pandang.
"SEMOGA DAMAI DAN SEJAHTERA NEGERI TERCINTA INI, DAN PEMIMPIN JUGA RAKYATNYA SELALU DIBERI KESEHATAN LAHIR DAN BATHIN. AAMIIN "

Comments
Post a Comment