mungkin malam ini bisa jadi malam yang terakhir kita melihat indahnya bulan...
dan aku tak tahu bagaimana takdir bergerak...
mungkin malam ini bisa jadi malam yang terakhir mata memandang bulan yang mulai redup tertutup awan yang memerah karena biasnya...
dan aku benar benar tak bisa sembunyi dari takdir-Nya yang bahkan seorang manusia sempurna pilihan-Nya pun tidak tahu menahu tentang takdir-Nya dan menuruti semua atas kehendak-Nya...
mungkin malam ini bisa jadi malam terakhir kita makan dan minum bersama, bercanda gurau, bercinta dalam halal, bercerita tentang indahnya kisah yang kita lalui, menekur diri ketika kisah sedih terucap dari bibir yang tak sengaja harus terucap...
dan aku benar benar tak tahu kemana arah takdir itu akan menemui ujung yang ditulis-Nya...
Laa Haula Wala Quwata Ila BiLLah
ketika langkah berjalan seiring waktu...
hati manusia selalu diliputi rasa bimbang...
ada kesedihan, ada ambisi, ada suka, bahkan ada yang tiada dimana pengungkapan itu hanyalah antara kita dan Sang Khaliq...
kita berbicara dari hati yang terdalam...
pengungkapan rasa yang tulus...
hati lapang karena siap menerima cacian dan makian, dan bersedih ketika menerima pujian dan didiri kita merasakan bangga dan lupa...
tiada daya dan kuasa ketika apa yang kita upayakan harus pupus karena sifat kita yang lalai...
aku mendengar seorang pujangga bersyair dalam sepi...
menuturkan segala ungkapan isi hati...
tanpa melihat penonton disekitarnya yang memuja hasil syair buah tangannya...
dan penyair itu semakin tampakkan kesedihannya karena dia tak ingin dipuja...
dan penyair menitikkan bening hingga air kristal itu menyentuh tanah Bumi yang seakan mendengar semua kesedihan, karena apa yang telah dilakukan semua manusia dalam segala hal yang merusak tatanan jiwa dan raga beserta hatinya...
wahai Sang Maha Cinta...
lunturkan segala dosa hamba-Mu ini karena sifat manusia hamba yang membuat hamba celaka...
wahai Sang Maha Pencipta...
kami mengharapkan cinta-Mu yang tiada bandingnya didunia ini yang semuanya berada dalam genggamanmu...
termasuk jiwa dan raga hamba yang rapuh...
kami mengharapkan kasih-Mu hingga jiwa dan raga kami kembali kepada-Mu dalam keadaan suci...
tiada yang tak mungkin semua atas kehendak-Mu, Ya, Allahu, Ya, Rabb...
"Astaghfirullah"

Comments
Post a Comment