Skip to main content

Posts

*so hurt to sweet*

ketika hati sedang bermain... nada-nada sendu tak terdengar... hanya lantunan keras membuat jantung berdetak dengan irama yang semakin tak karuan... lantas yang membuat sunyi hanyalah ego ditambah ego lalu keduanya diam dalam tembang peraduan gigi graham gemeretak menahan dendam dan amarah... cinta-cinta terhenti lalu dihempaskan begitu saja kedalam lubang yang dalam yang diatasnya terkunci... dan tertidurlah kenangan-kenangan nan indah dibenamkan asa yang pupus menghitam dilembah curam dan terjal... dua orang insan yang dulu saling mencinta... berdiri diujung akhir jalan setapak yang dibawahnya jurang berisikan lahar nan panas... keduanya tampak diam dengan perasaan yang dipendam lara... ingin mengenyahkan sembilu dihati namun sudah terlanjut menembus pinggir jantung hingga hampir terbelah dua tuk jatuh ketanah... lalu air hujanpun turun dari langit... kedua insan tersadar tersentuh lembut cairan-cairan sejuk yang merambah keseluruh tubuh hingga luruh... walau sudah tiad...

*Kopi dan opini Siang Menjelang Petang*

Bismillah Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokattuh. Kupacu motorku menelusuri embun-embun yang kian mengering pagi itu... sang Surya tampakkan wajahnya yang redup dari kisi-kisi awan hitam tipis... dihadapannya dari pandanganku terbentang sawah yang hijau hingga semakin mendekat pandang ada aliran sungai yang kian mengeruh karena limbah-limbah industri yang minim kesadarannya dalam pengolahan serta pembuangan kotoran... terus kupacu motorku sambil menikmati bersihnya udara pagi itu walau sedikit distorsi karena gangguan-gangguan polusi udara yang disebabkan pembakaran sampah dan asap knalpot (nyadar diri padahal aku juga seorang biker), setidaknya masih ada udara sehat yang kuhirup pada pagi itu... Semakin meninggalkan daerah pedesaan menuju tengah-tengah kota, udara bersih itu kian sirna, bising, semburan asap knalpot yang tak terkontrol karena laju waktu kian sempit tuk memasuki sebuah perkantoran lalu dengan sebuah jari memencet mesin absen yang tak a...

* Seorang Pria ketika mencinta Wanita *

* Opiniku :" 21 tahun lalu... waktu itu tubuh ini masihlah muda, masih bisa menahan tumbukan tangan-tangan keras, masih bisa menahan hentakan kata-kata yang  menikam nurani, bahkan ketika cinta menghunus hati hingga tercabikpun aku masih sanggup bertahan dan ketika berkali-kali tertikam aku meninggalkan cinta-cinta itu hingga cinta itu hanya bisa memandang punggungku yang perlahan hilang dari pandangnya tertutup kabut kelabu... " * Opini-opini :" ketika mempertahankan cinta, lelakilah yang paling banyak terluka, walau tercabik bagai tanpa guna lelaki itu coba meraih dan menutupi luka-luka itu dengan tetap tersenyum, menjahit lukanya dengan merangkul yang dicintanya... lihatlah sudah berapa pisau tertancap ditubuh dan beberapa belati menembus jantung dan hati tapi lelaki itu tetap tak peduli, yang dikhawatirkan oleh lelaki itu adalah ketika sampai diujung khilaf, seorang lelaki itu lebih sadis dalam menyikapi khilaf seperti menghunuskan semua belati ditubuh ...

*sedikit renungan Jum'at*

Bismillah Assalamu'alaikum WarahmatullahiWabarakattuh. Disetiap perjalanan dalam kehidupan, kita pasti akan diperlihatkan oleh-Nya bentuk keindahan dan keburukan dunia, surya yang bersinar dari ufuk timur ke barat, lalu bergantinya siang dan malam dimana pada malam hari suryapun tenggelam bergantian dengan sang rembulan yang berubah-rubah bentuknya sesuai poros garis edarnya. Dalam keseharian kita pasti akan diperlihatkan oleh-Nya, beberapa kebaikan sifat manusia yang manusiawi, bahkan binatangpun mempunyai sisi baik disamping sisi buruknya, dari yang buas hingga yang lemah. aku (manusia) melangkah diantara kabut hitam dan awan putih tipis, dimana duniaku dipenuhi angkara dan kepedihan, namun tiada sedikit kebaikan yang terlihat didepan mataku yang mulai sedikit nanar ini, karena sudah penat dan usia yang semakin renta di kehidupan fana ini. kubuka lembaran demi lembaran hitam yang berserat-serat lalu mencoba meraih satu titik cahaya putih yang sangat sulit un...

*aku ini rikuh buka Pengecut*

EXT. PUNCAK GUNUNG MERBABU. MALAM PEMAIN:” Toni, Luna, Gilang, Anastasia, Rubben.” Didepan tenda dekat api unggun, Toni tampak menatap pemandangan dipuncak Gunung Merbabu malam itu, sesekali dia menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 23:00, Toni mendesah sambil mengalihkan pandang kearah tenda dome hijau miliknya yang didalam tenda itu terdapat dua orang teman wanitanya yang bernama Luna dan Anastasia, kedua wanita tersebut tampak tertidur lelap karena letih setelah mendaki sampai Puncak Gunung Merbabu Jawa-Tengah Indonesia. Lalu dia mengalihkan pandang kearah api unggun sambil mendesah kembali, terdengar suara dengkuran ditenda warna kuning dimana kedua teman lelakinya yang bernama Gilang dan Rubben terlelap, Toni tertawa kecil mendengar dengkuran temannya tersebut lalu menghisap tembakau dibibirnya dan dilepaskan asap mengepul ke udara. Toni :” (voice:(berkata dalam hati), termenung) kangen banget gw sama masa-masa kuliah dulu… (memandang Bulan purna...